Lamongan Kerahkan Drone Kendalikan Wereng, Antisipasi Gagal Panen
- 08 Jul 2026 14:57 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan kampanyeman Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) Wereng Batang Coklat (WBC) secara serentak di 19 kecamatan. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Rabu, 8 Juli 2026 itu memanfaatkan drone bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai upaya menekan penyebaran hama sekaligus mencegah gagal panen.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, pengendalian secara serentak menjadi langkah penting untuk memutus penyebaran wereng batang coklat yang kini telah teridentifikasi di 19 kecamatan. "Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu secara serentak di sembilan belas kecamatan di Lamongan. Karena yang sudah terpapar wereng batang coklat ada di sembilan belas kecamatan, maka pengendaliannya juga harus dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.
Menurutnya, langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan Jawa Timur sekaligus menjaga kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. Lamongan memiliki luas lahan pertanian mencapai 103.483 hektare, terdiri atas 95.745 hektare lahan baku sawah dan 7.773 hektare lahan bukan sawah.
Dari total sawah tersebut, sebanyak 53.057 hektare merupakan sawah tadah hujan, sedangkan 42.688 hektare merupakan sawah beririgasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Tahun 2025, Kabupaten Lamongan mencatat produksi padi sebesar 904.928 ton Gabah Kering Giling (GKG), tertinggi di Jawa Timur.
Namun, capaian tersebut menghadapi ancaman serius dari serangan wereng batang coklat. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan periode 1 Juni hingga 3 Juli 2026, luas areal waspada serangan WBC di Lamongan mencapai 2.186,88 hektare dengan tingkat populasi sekitar 10 hingga 20 ekor per rumpun.
Jika tidak segera dikendalikan, hama tersebut berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam sehingga meningkatkan risiko kerusakan tanaman dan gagal panen. Adapun 19 kecamatan yang menjadi sasaran pengendalian meliputi Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket.
Sementara itu, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian RI, Mujiburrahman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pemerintah pusat terus memberikan dukungan kepada daerah melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian. Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....