Dinkes Tuban Berhasil Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

  • 04 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban meraih penghargaan sebagai kabupaten dengan penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) terbaik tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, Roikan, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bukti nyata dari keberhasilan program prioritas daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak.

‎‎Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras serta kolaborasi lintas sektor yang masif di seluruh wilayah Kabupaten Tuban. “Penghargaan ini menjadi indikator utama dalam program prioritas kami. Kami berkomitmen penuh untuk terus menekan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai upaya strategis yang rutin kami jalankan di tingkat puskesmas,” ujar Roikan, Sabtu 4 Juli 2026.

‎‎Roikan juga merinci sejumlah program unggulan yang telah berhasil diimplementasikan. Diantaranya adalah pendampingan berkelanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) serta spesialis anak di puskesmas-puskesmas sentral.

‎‎“Kami menempatkan tenaga spesialis di puskesmas rujukan untuk memberikan pelatihan dan pemahaman prosedur penanganan persalinan serta pasca-persalinan kepada para bidan. Dengan memperkuat wawasan dan kompetensi tenaga kesehatan, diharapkan penanganan di lapangan menjadi lebih maksimal,” jelasnya.

‎‎Selain peningkatan kompetensi, Dinkes P2KB Tuban juga menggencarkan program skrining kesehatan bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi, seperti hipertensi dan preeklamsia. Langkah deteksi dini ini dinilai sangat krusial dalam meminimalisir risiko komplikasi fatal yang sering menjadi penyebab kematian ibu dan bayi.

‎‎“Alhamdulillah, berkat sinergi seluruh pihak mulai dari puskesmas, dinas kesehatan, hingga dokter spesialis obgyn, anak, dan penyakit dalam, kita berhasil menekan angka tersebut secara signifikan hingga meraih penghargaan ini,” tambah Roikan.

‎‎Ia berharap, agar seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Tuban dapat terus konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Diketahui, kasus kematian ibu di tahun 2024 sebanyak 24, dan menurun menjadi 17 kasus di tahun 2025, dan tahun 2026 hingga bulan Juni ini ada 6 kasus kematian ibu.

Sementara untuk angka kematian anak, tercatat ada 110 kasus di tahun 2024, 89 kasus di tahun 2025 dan 33 kasus per bulan Juni tahun 2026. Untuk tahun 2026 ini, kami berharap bisa zero death atau tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tuban,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....