Festival Lamongan Tempo Doeloe Semarak, Edukasi Sejarah Pusaka Majapahit
- 25 Jun 2026 14:04 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Ribuan warga memadati kawasan Festival Lamongan Tempo Doeloe yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457, Rabu malam 24 Juni 2026 malam. Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu agenda favorit masyarakat tersebut berlangsung meriah dengan menghadirkan nuansa tempo dulu, kuliner tradisional, hingga pameran benda-benda bersejarah.
Tahun ini, Festival Lamongan Tempo Doeloe tampil lebih semarak dengan meningkatnya jumlah peserta dan ragam tema yang diusung. Selain menjadi sarana hiburan dan rekreasi keluarga, kegiatan tersebut juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan.
Suasana nostalgia terasa kuat di sepanjang area festival. Berbagai jajanan tradisional seperti getuk, nagasari, cucur, hingga minuman khas seperti es dawet ayu disajikan di sejumlah stan yang didesain menyerupai suasana masa lampau.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, yang meninjau langsung lokasi festival mengapresiasi kreativitas para peserta dalam mengangkat nilai-nilai sejarah dan budaya lokal. Menurutnya, sejumlah peserta menghadirkan konsep yang menarik, mulai dari replika Stasiun Babat hingga pameran benda-benda pusaka kerajaan yang sarat nilai edukasi.
"Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran sejarah. Ke depan, kami berencana menonjolkan ikon budaya dari masing-masing kecamatan sebagai salah satu unsur penilaian agar setiap stan memiliki cerita dan nilai historis yang kuat," ujarnya.
Salah satu stan yang menjadi pusat perhatian pengunjung adalah milik Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Lamongan. Di lokasi tersebut dipamerkan berbagai tosan aji atau keris pusaka, serta benda purbakala asli peninggalan Kerajaan Majapahit.

Ketua Matra Lamongan, Heruwidi, menjelaskan bahwa pameran tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah dan budaya Nusantara secara ilmiah. Berbagai koleksi bersejarah dipamerkan dalam stan tersebut, di antaranya uang gobog, gelang bahu prajurit kuno, hingga bilah keris sepuh yang memiliki nilai ekonomi mencapai ratusan juta rupiah. "Kami ingin mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar mereka mencintai, memahami, dan ikut melestarikan karya seni budaya bangsa," katanya.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa Festival Lamongan Tempo Doeloe tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, tetapi juga sarana efektif untuk memperkuat identitas budaya daerah serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai budaya dan sejarah lokal Kabupaten Lamongan dapat terus dikenalkan kepada generasi muda sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....