Cegah Pinjol, OJK Jatim Catat Generasi Muda Sebagai Sasaran Prioritas Edukasi

  • 21 Jun 2026 22:36 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Hal ini menyusul tingginya kerentanan kelompok usia tersebut terhadap jeratan pinjaman daring (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar dan tidak diawasi oleh OJK.

‎‎Asisten Direktur OJK Provinsi Jawa Timur, Indrawan Utomo, mengungkapkan keprihatinannya atas fenomena ketergantungan generasi muda terhadap akses pinjaman daring. Menurutnya, rendahnya tingkat literasi keuangan menjadi faktor utama yang membuat mereka mudah terpengaruh oleh penawaran pinjaman yang tidak bertanggung jawab.

‎‎"Generasi muda sangat mudah terpengaruh untuk mengambil pinjaman daring, khususnya yang tidak diawasi oleh OJK. Kondisi ini terjadi karena tingkat literasi keuangan mereka saat ini masih berada di bawah angka rata-rata nasional," ujar Indrawan, Minggu 21 Juni 2026.

‎‎Ia menegaskan, bahwa penguatan literasi keuangan bukan sekedar kebutuhan saat ini saja. Melainkan langkah krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten menuju visi Indonesia Emas 2045.

‎‎"Mengingat generasi muda adalah kelompok yang akan mendominasi usia produktif pada masa tersebut. Sehingga, pemahaman akan pengelolaan keuangan yang bijak menjadi fondasi utama," tambahnya.

‎‎Sebagai langkah preventif, OJK telah menempatkan generasi muda sebagai salah satu sasaran prioritas dalam program edukasi keuangan nasional. Indrawan mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih proaktif dalam memperdalam wawasan keuangan secara mandiri melalui platform edukasi resmi yang telah disediakan.

‎‎"Kami telah menetapkan generasi muda sebagai sasaran prioritas edukasi. Bagi mereka yang ingin belajar secara mandiri, silakan mengakses materi edukasi resmi melalui laman lmskau.ojk.go.id," katanya.

‎‎OJK mengimbau, agar generasi muda senantiasa waspada dan lebih selektif dalam memilih instrumen keuangan. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat membentengi generasi muda dari praktik investasi bodong maupun pinjaman ilegal yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....