Bupati Lamongan Ajak Mahasiswa Siapkan Jiwa Pemimpin Hadapi Era Global

  • 19 Jun 2026 16:53 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk menyiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu mengantisipasi berbagai perubahan global di masa depan. Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Lamongan, Jumat 19 Juni 2026.

Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu mengangkat tema Integrity-Based Anticipatory Leadership sebagai bekal kepemimpinan bagi generasi emas Indonesia menuju tahun 2045. Ia menekankan pentingnya kemampuan membaca perubahan sebelum terjadi, berani mengambil keputusan secara tepat, serta tetap menjaga integritas di tengah berbagai tantangan global dan era polycrisis.

"Integrity-Based Anticipatory Leadership adalah kemampuan untuk membaca perubahan sebelum perubahan datang, berani mengambil keputusan sebelum keadaan memaksa, dan menjaga integritas ketika memiliki kewenangan di tengah era polycrisis," ujarnya.

Di hadapan peserta LKMM-TM, Pak Yes juga memaparkan perkembangan Kabupaten Lamongan yang dinilai menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lamongan terus mengalami peningkatan.

Data yang disampaikan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 5,90 persen secara tahunan (year on year). Sementara pada triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 10,79 persen secara kuartalan (quarter to quarter), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada pada angka 5,80 persen.

Tidak hanya sektor ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan pada tahun 2025 mencapai angka 76,80. Selain itu, indeks daya saing daerah tercatat berada pada angka 3,65. Menurut Pak Yes, capaian tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak akan cukup tanpa didukung karakter dan integritas yang kuat. "Masa depan bukan hanya tentang AI, tetapi kemampuan menginterpretasi perubahan dan membangun karakter. Kita harus mampu beradaptasi. Di era digital ini kompetensi membuat seseorang diperhitungkan, tetapi karakter membuat seseorang dipercaya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa terwujudnya Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa. Untuk itu, diperlukan penguatan empat modal utama, yakni ekonomi kapital, human kapital, sosial kapital, dan moral kapital. Ia berharap mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Melalui kegiatan LKMM-TM tersebut, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kepemimpinan, keterampilan manajerial, serta memperkuat karakter sebagai bekal menghadapi tantangan pembangunan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....