Bupati Lamongan Serahkan SK Ketua Matra Lamongan, Lestarikan Adat dan Budaya
- 15 Jun 2026 13:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi menyerahkan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Jawa Timur kepada Ketua Matra Lamongan, Heruwidi. Penyerahan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal di Kabupaten Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Heruwidi juga menerima gelar adat Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Sunggodo Kusumo Citraningrat. Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes, pemberian SK tersebut merupakan amanah sekaligus tanggung jawab tambahan dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Saya menyerahkan SK dari Masyarakat Adat Nusantara Jawa Timur kepada Pak Heruwidi. Karena saya juga menjadi bagian dari pembina Matra di Kabupaten Lamongan, maka saya berharap tugas dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan baik,” ujarnya, Senin 15 Juni 2026.
Ia menyampaikan, keberadaan Matra memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya Jawa maupun budaya lainnya yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan berbagai tradisi, adat istiadat, serta nilai luhur budaya dapat terus diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas adat, tetapi juga memerlukan dukungan dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, identitas budaya daerah dapat tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Pak Yes berharap Heruwidi mampu mengemban amanah tersebut dengan baik serta memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya bangsa. “SK ini menunjukkan bahwa Pak Heru mendapat tugas dan tanggung jawab tambahan agar masyarakat adat, kebudayaan Jawa, dan kebudayaan lainnya dapat lebih terpelihara dengan baik,” katanya.
Melalui penguatan kelembagaan Masyarakat Adat Nusantara di Lamongan, diharapkan berbagai program pelestarian budaya dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menjadi sarana memperkuat jati diri dan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Sementara itu, Ketua Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Lamongan, Heruwidi, menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya melalui SK dari DPW Matra Jawa Timur menjadi motivasi untuk semakin aktif menjaga dan melestarikan adat serta budaya yang ada di Kabupaten Lamongan.
Menurut Heru, tugas utama Matra adalah menjaga kelestarian dan eksistensi adat istiadat serta budaya daerah agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi penerus. “Inti tugas kami adalah menjaga kelestarian dan eksistensi adat dan budaya Lamongan supaya tetap terjaga dengan baik dan bisa terus dilestarikan,” ujar Heru.
Sebagai langkah awal, Matra Lamongan akan melakukan pendataan dan registrasi terhadap para juru kunci makam leluhur yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Lamongan. Pendataan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga situs-situs bersejarah dan makam para tokoh pendahulu.
Dalam waktu dekat, Matra bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan berencana menggelar pemberian sertifikat atau penghargaan kepada para juru kunci makam. Penghargaan tersebut akan diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan sebagai bentuk apresiasi atas jasa mereka dalam merawat dan menjaga warisan budaya leluhur.
“Di Kabupaten Lamongan banyak sekali makam-makam leluhur yang selama ini dijaga oleh para juru kunci. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian sejarah dan budaya yang ada di daerah masing-masing,” kata Heru.
Ia menjelaskan, seluruh juru kunci akan diidentifikasi, didata, dan diregistrasi secara administratif oleh Matra Lamongan. Pendataan itu mencakup identitas lengkap sehingga keberadaan para juru kunci dapat tercatat secara resmi. Heru menambahkan, proses pendataan akan melibatkan berbagai paguyuban yang selama ini bergerak dalam pelestarian situs budaya dan makam leluhur, seperti yang berada di kawasan Drajat, Singomenggolo, Ngimbang Wilwatikta, hingga komunitas pelestari budaya lainnya.
“Semua akan kami identifikasi dan kami data. Nantinya mereka akan memiliki registrasi tersendiri di Matra. Dengan begitu keberadaan para juru kunci benar-benar tercatat dan terorganisasi dengan baik,” tuturnya.
Melalui program tersebut, Matra Lamongan berharap upaya pelestarian adat, budaya, dan situs sejarah dapat berjalan lebih terarah serta mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat maupun pemerintah daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....