Pembimbing Haji Tuban Apresiasi Peningkatan Pelayanan Jemaah Haji Tahun ini

  • 09 Jun 2026 12:18 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Tuban akhirnya tiba di tanah air pada Senin 8 Juni 2026, dalam kondisi sehat. Pembimbing Ibadah Haji Tuban Kloter 27, Wahid Ahmad Ali mengungkapkan rasa syukur mendalam atas kelancaran perjalanan rombongan dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

‎‎Menurutnya, hal itu tidak lepas dari peningkatan pelayanan terhadap jemaah haji selama berada di tanah suci. "Alhamdulillah, 379 jemaah berangkat lengkap dan kembali dengan lengkap pula. Semuanya dalam kondisi sehat saat tiba di sini," ujar Wahid.

‎Menariknya, Kloter 27 menjadi rombongan yang tiba lebih cepat dari jadwal semula. Pesawat yang dijadwalkan mendarat pukul 05.40 WIB, justru sudah mendarat lebih awal pada pukul 04.50 WIB.

‎‎Menurut Wahid, hal ini mencerminkan efisiensi yang lebih baik pada musim haji tahun 2026 ini. Ia, yang juga memiliki pengalaman berhaji pada tahun 2022, menilai penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan.

‎‎Ia menyoroti sistem transportasi dan mobilisasi yang jauh lebih rapi dibanding tahun-tahun sebelumnya. "Sistem transportasi sangat tertib. Saat pergerakan menuju Arafah, tidak ada jemaah yang harus berdiri. Semua mendapatkan tempat duduk. Selain itu, distribusi konsumsi di Arafah juga sangat teratur, sehingga kondisi fisik jemaah dapat tetap terjaga," ujarnya.

‎Evaluasi positif juga diberikan terhadap pengelolaan jemaah di Muzdalifah. Jika pada tahun-tahun sebelumnya proses mobilisasi sering terkendala keterbatasan armada, tahun ini perpindahan jemaah menuju Mina berlangsung cepat tanpa penumpukan jemaah.

‎"Biasanya di Muzdalifah sering menjadi titik krusial. Namun tahun ini, sebelum waktu subuh seluruh jemaah sudah berhasil dipindahkan ke Mina," ujarnya.

‎Ia menduga, ketertiban tersebut tidak lepas dari pola pengelolaan lapangan yang lebih disiplin dengan melibatkan unsur profesional, termasuk tenaga dari sektor pertahanan. "Informasi yang kami terima, banyak koordinator lapangan di Arafah, Muzdalifah, hingga Mina yang memiliki latar belakang militer. Itulah mengapa semuanya terasa sangat tertata," katanya.

‎‎Meski demikian, Ia mengakui bahwa kawasan Mina tetap menjadi lokasi paling menantang karena tingkat kepadatannya yang tinggi. Namun, ia mencatat adanya perbaikan fasilitas yang signifikan, terutama pada penyediaan toilet bertingkat yang membantu mengurangi durasi antrean jemaah.

‎Wahid berharap standar pelayanan yang telah diterapkan pada musim haji 2026 ini dapat terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan di masa depan. Hal itu bertujuan demi memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah asal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....