Cipta Jingle Geopark Siap Membawa Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark

  • 25 Mei 2026 13:39 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan langkahnya untuk membawa Geopark Bojonegoro masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp). Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah dengan memperkuat audio branding daerah melalui gelaran Grand Final Lomba Cipta Jingle Geopark Bojonegoro.

‎‎Acara yang berlangsung meriah di wisata Kayangan Api, Kecamatan Ngasem, Minggu 24 Mei 2026 ini diikuti 10 finalis terbaik. Mereka berhasil lolos usai menyisihkan peserta lain sejak awal kompetisi ini resmi dibuka pada 28 Februari 2026 lalu.

‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menjelaskan bahwa pemilihan Kayangan Api sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Tempat tersebut merupakan salah satu geosite unggulan yang memiliki potensi besar untuk terus dipromosikan melalui pendekatan yang kreatif dan inovatif.

‎"Geopark Bojonegoro kaya akan warisan geologi, budaya, dan hayati yang menjadi identitas daerah. Untuk mendukung pariwisata berkelanjutan, kita memerlukan penguatan promosi, salah satunya lewat jingle yang mudah diingat masyarakat," ujar Elzadeba.

‎Ia menambahkan, kompetisi ini bertujuan memicu partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda dan pelaku seni, dalam melestarikan sekaligus memperkenalkan warisan lokal. Nantinya, dewan juri yang berkompeten di bidang musik dan ekonomi kreatif akan menyaring 4 karya terbaik dari para finalis untuk dijadikan media promosi resmi di berbagai momentum.

‎Mewakili Bupati Bojonegoro, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi, menegaskan bahwa status geopark membawa dampak yang luas, tidak hanya sebatas identitas geografis. Menurutnya, Geopark Bojonegoro memiliki nilai edukasi yang tinggi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga sekitar.

‎‎Oleh karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat sangat krusial dalam menyukseskan visi menuju standar global UNESCO. "Jingle ini bukan sekadar lagu biasa, melainkan media komunikasi efektif yang menarik dan dekat dengan masyarakat. Kami berharap lewat ajang ini, lahir kreativitas segar dari pemuda Bojonegoro yang mampu mendongkrak sektor pariwisata serta memperkuat rasa cinta terhadap warisan alam dan budaya kita," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....