Drivel Ojol Tewas, Komunitas Ojol di Tuban Tabur Bunga di Jalan dan Berikan Santunan
- 14 Mei 2026 07:41 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Suasana haru menyelimuti kawasan Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Mondokan, Kabupaten Tuban. Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) berkumpul untuk menggelar aksi solidaritas berupa tabur bunga dan penyalaan lilin sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi rekan mereka, M. Iqbal, yang tewas kecelakaan di lokasi tersebut pada Senin ,11 Mei 2026.
Insiden maut tersebut diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan yang tidak rata akibat bekas galian pipa proyek Sekolah Rakyat (SR). Korban yang merupakan warga Kelurahan Sidomulyo saat itu tengah mengendarai Honda Scoopy bernopol S 2408 EX.
Nahas, gundukan aspal sisa proyek membuat kendaraan korban tidak stabil hingga menyebabkannya terpental sejauh 100 meter dari lokasi awal. Menanggapi insiden tersebut, pihak pengembang, PT Waskita Karya, baru melakukan perataan jalan pada Selasa 12 Mei 2026, sehari setelah nyawa melayang.
Ketua Organisasi Ojol Langgeng Tuban, Nanang Sasmito, menjelaskan bahwa aksi ini dipusatkan di dua titik krusial, yaitu di depan lokasi proyek SR dan di depan Sekolah Mondokan. Sebab dua lokasi itu merupakan tempat korban terjatuh dan tempat korban ditemukan terpental.
"Malam ini kami melakukan tabur bunga dan menyalakan lilin. Selain bentuk solidaritas, kami juga menggelar doa bersama untuk almarhum. Iqbal adalah driver baru sejak Ramadan kemarin yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya," ucap Nanang.
Sementara itu pihak PT Waskita Karya telah menunjukkan itikad baik dengan menyerahkan santunan sebesar Rp 20 juta. Namun bagi komunitas Ojol, angka tersebut jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan hilangnya nyawa seseorang.
Humas Koalisi Komunitas Ojol Tuban (KKOT), Hendra, menyatakan bahwa meski keluarga telah menerima dana tersebut, ada rasa mengganjal terkait tanggung jawab moral dari pihak pengembang. Sehingga, mereka melayangkan sejumlah tuntutan untuk memberikan keadilan yang layak bagi korban.
Tuntutan tersebut diantaranya adalah, komunitas ojol meminta agar pihak terkait mempertimbangkan nilai santunan yang lebih pantas kepada keluarga korban melalui aksi yang digelar. Hal itu bertujuan untuk memberikan dukungan psikis agar keluarga korban merasa tidak sendirian.
Terkait kemungkinan melaporkan PT Waskita ke pihak kepolisian, komunitas lebih memilih untuk menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak keluarga. "Kami melihat ada niat baik, namun jika melihat nominalnya, rekan-rekan ojol merasa itu harusnya bisa lebih manusiawi. Nyawa tidak bisa ditukar dengan angka tersebut," kata Hendra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....