Guru Bojonegoro Diminta Adaptasi dengan Transformasi Pembelajaran di Era AI
- 06 Mei 2026 10:53 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Bojonegoro – Menjawab tantangan zaman di era digital, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Bojonegoro menggelar Workshop "Transformasi Pembelajaran di Era Artificial Intelligence (AI)", Selasa 5 Mei 2026 di Pendopo Malowopati. Kegiatan yang bertajuk Koding Anak, Game, Gambar, dan Video Kreatif ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Meskipun berfokus pada teknologi AI, workshop ini menekankan pentingnya penguatan karakter sebagai fondasi utama. Kabid Peningkatan Mutu PAUD dan PNF, Rasmadi, menegaskan bahwa guru PAUD adalah pionir dalam pembentukan kepribadian anak sejak dini.
Ia menjelaskan bahwa implementasi AI dan Coding di sekolah mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Selain itu, pendidik didorong menerapkan metode Deep Learning (pembelajaran mendalam) yang mencakup tiga pilar utama.
Diantaranya, Joyful Learning, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi anak, Meaningful Learning, memberikan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi kehidupan dan Mindful Learning, membangun kesadaran diri yang kuat pada anak didik. "Berdasarkan Kepmendikdasmen Nomor 127/P/2025, para guru kini diharapkan mampu memperkenalkan konsep computational thinking atau pola pikir komputasi kepada siswa melalui empat tahapan sederhana," ujarnya.
Tahapan tersebut adalah, Dekomposisi, yakni melatih anak memecah masalah besar menjadi bagian-bagian kecil yang mudah dikelola, Pattern Recognition, mengenali dan membentuk pola tertentu, Abstraksi, mengajarkan anak menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan masalah. Dan Algoritma, yaitu menyusun langkah-langkah logis untuk menyelesaikan tugas atau pengenalan koding sederhana.
"Selain peningkatan kapasitas, kami juga terus memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tetap memprioritaskan kesejahteraan guru PAUD," katanya.
Saat ini, Pemkab juga tengah memproses program beasiswa bagi anak-anak berprestasi di Bojonegoro yang sedang dalam tahap pemberkasan. Di sisi lain, Ketua Panitia IGTKI PGRI Bojonegoro, Ani Julita, menekankan bahwa kehadiran AI menuntut guru untuk berevolusi.
"Guru tidak lagi sekadar mengajar secara konvensional, tetapi harus menjadi fasilitator kreatif. Dengan workshop ini, kami ingin guru mampu memanfaatkan AI untuk menciptakan media pembelajaran seperti gambar, video, dan game yang memikat imajinasi anak didik," ujar Ani.
Sinergi antara penguasaan teknologi digital dan dedikasi dalam membentuk karakter ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Bojonegoro yang siap menghadapi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....