Cegah Kekerasan Anak DP3AKB Lamongan Awasi dan Bina Daycare

  • 05 Mei 2026 10:30 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Upaya mitigasi mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak di lingkungan pengasuhan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan memperketat pengawasan terhadap lembaga penitipan anak (daycare).

Kepala Dinas DP3AKB Lamongan, Aini Mas’idha mengatakan pengawasan dilakukan melalui kegiatan Pembinaan dan Pengawasan terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, serta perangkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami hadir sebagai bentuk mitigasi risiko sekaligus pembinaan, menyusul sejumlah kasus kekerasan anak yang ramai diberitakan. Harapannya, Binwas terintegrasi ini mampu menyelesaikan persoalan yang ada di daycare di Lamongan,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Ia menjelaskan, pembinaan difokuskan pada lembaga-lembaga baru yang masih membutuhkan pendampingan, baik dari sisi manajerial, kualitas sumber daya manusia (SDM), maupun pola pengasuhan. Menurutnya, pemenuhan hak anak harus menjadi prioritas utama di setiap lembaga penitipan.

Terkait sanksi, Aini menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran. Mulai dari teguran lisan dan tertulis bagi lembaga yang belum memenuhi standar, hingga rekomendasi pencabutan izin operasional jika terdapat pelanggaran berat.

"Evaluasi, kemudian ada pembinaan. Kemudian mungkin sanksi terberat pencabutan izin. Kalau memang itu perlu kita lakukan," tuturnya.

Sementara itu, pengelola PAUD Golden School, Tri Nuryantini menyambut baik langkah pengawasan yang dilakukan pemerintah. Ia mengaku terbuka terhadap evaluasi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pengasuhan.

Menurutnya, maraknya pemberitaan kasus kekerasan anak di berbagai daerah turut berdampak pada kondisi psikologis orang tua dan pengelola daycare.

“Melihat berita-berita itu rasanya miris. Anak-anak yang seharusnya bebas bermain justru kehilangan haknya,” katanya.

Tri menambahkan, kekhawatiran orang tua kini semakin meningkat. Meski pihak sekolah rutin memberikan laporan aktivitas harian, orang tua tetap menunjukkan kewaspadaan lebih terhadap kondisi anak.

“Orang tua sekarang lebih sering bertanya perkembangan anaknya. Walaupun laporan kegiatan selalu kami sampaikan, rasa khawatir itu tetap ada,” katanya.

Melalui pengawasan yang lebih ketat dan pembinaan berkelanjutan, Pemkab Lamongan berharap seluruh lembaga daycare dapat memberikan layanan pengasuhan yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....