Kimsin Festival Sukses Digelar, DPRD Tuban Upayakan Redam Konflik

  • 04 Mei 2026 09:16 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Perayaan Kimsin Reunion Festival yang berlangsung di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban sukses digelar selama tiga hari, 1-3 Mei 2026. Meski tidak mendapatkan rekomendasi dari Polres Tuban untuk menggelar kirab di jalan raya, acara yang dipusatkan di area internal klenteng tersebut tetap menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat.‎

‎Ketua terpilih Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, Go Tjong Ping, mengaku tak menyangka melihat jumlah pengunjung yang hadir. Ia mencatat, sedikitnya 30.000 orang memadati area klenteng selama acara berlangsung.‎

‎"Awalnya target kami hanya 10 ribu orang sebelum surat rekomendasi kirab turun. Namun, setelah kirab di jalan raya tidak disetujui, jumlah masyarakat yang datang justru membeludak hingga mencapai 30 ribu orang," ujar Go Tjong Ping, Minggu 3 Mei 2026.‎

‎Sebelumnya, rencana Kirab Kimsin di sepanjang jalur Pantura tidak mendapat persetujuan dari pihak kepolisian. Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi guna meredam konflik internal kepengurusan umat Konghucu yang hingga kini belum menemui titik temu.‎

‎Selain menjadi daya tarik wisata religi, festival ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi ratusan pelaku UMKM yang turut andil dalam acara tersebut. Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah dan latar belakang agama yang berbeda, menjadi bukti nyata indahnya toleransi beragama di Kabupaten Tuban.‎

Upaya mediasi bersama Alim Sugiantoro. (Foto: RRI/Witra)

‎Di sela kemeriahan acara, upaya mediasi antara pihak yang berselisih, yakni kubu Alim Sugiantoro dan Go Tjong Ping juga terus diupayakan. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tuban, Fahmi Fikroni, turun langsung mendampingi tokoh umat, Tio Ing Bo dari Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat untuk bertemu langsung dengan kedua pihak sekaligus melaksanakan sembahyang.

‎"Tadi kami sudah bertemu dengan Pak Alim, kemudian dilanjutkan bertemu Pak Ping di tempat terpisah," jelas Fahmi.‎

Mediasi bersama Tjong Ping. (Foto: RRI/Witra)

‎Fahmi, yang juga merupakan warga di lingkungan sekitar klenteng, turut berkomitmen untuk membantu penyelesaian konflik ini demi kondusivitas wilayah. Ia berharap perselisihan tersebut dapat segera tuntas sebelum perayaan HUT Kongco pada Agustus mendatang.‎

‎"Saya berkewajiban membantu mendamaikan mereka yang berkonflik. Harapannya, saat HUT Kongco nanti, kedua belah pihak sudah bisa menyelenggarakan acara bersama-sama secara harmonis," katanya.‎

‎Fahmi turut mengapresiasi kedewasaan kedua belah pihak yang mampu menahan diri selama festival berlangsung, sehingga situasi tetap aman dan kondusif. "Kami juga sangat mengapresiasi TNI-Polri yang sigap mengamankan kegiatan ini, serta kedua belah pihak yang tidak mengedepankan ego masing-masing," katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....