Pemkab Tuban Pastikan SPMB 2026 Bebas Pungli

  • 01 Mei 2026 17:59 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban – Pemerintah Kabupaten Tuban resmi memulai tahapan dalam menyambut tahun ajaran 2026/2027 dengan memperkuat komitmen pada sektor pendidikan. Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Tuban menyelenggarakan Deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.‎

‎Langkah strategis ini diambil untuk memastikan proses seleksi siswa baru berjalan akuntabel tanpa celah pungutan liar. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, didampingi Wakil Bupati Joko Sarwono, jajaran Forkopimda, serta para pimpinan lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan.‎

‎Dalam kegiatan yang digelar Kamis, 30 April 2026 di Pendopo Kridho Manunggal, Bupati Tuban menekankan bahwa kunci utama SPMB tahun ini terletak pada akurasi data. Proses penerimaan tidak lagi sekadar administratif, melainkan berbasis pada verifikasi dan validasi (Verval) yang disinkronkan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).‎

‎“Dengan pengolahan data yang presisi secara by name by address, kita memiliki peta kekuatan yang jelas mengenai calon siswa. Ini adalah fondasi utama agar kebijakan pendidikan di tahun ajaran baru nanti benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.‎

‎Pemanfaatan data terintegrasi ini juga menjadi instrumen Pemkab Tuban dalam menjangkau kelompok rentan. Bupati menjelaskan bahwa sinkronisasi data memungkinkan pemerintah mengidentifikasi anak penyandang disabilitas dan anak yang sempat putus sekolah.‎

‎Pemkab Tuban berkomitmen bersama TP PKK hingga Dharma Wanita untuk memberikan pendampingan khusus. “Instruksi saya jelas, lakukan pendekatan persuasif kepada anak-anak yang berhenti sekolah agar mau kembali belajar. Kami ingin memastikan no one left behind, tidak ada satu pun anak di Tuban yang kehilangan hak pendidikannya,” tegas Bupati.

‎Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, SPMB 2026 akan lebih fleksibel dengan mengombinasikan berbagai indikator penilaian, seperti zonas, bidang akademik, dan non akademik. Inovasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan distribusi siswa agar merata di seluruh lembaga pendidikan.‎

Dengan bantuan data wilayah yang akurat, sekolah dapat memetakan potensi calon siswa di sekitarnya guna memastikan kuota terpenuhi secara maksimal.‎

‎Menutup sambutannya, Mas Lindra memberikan jaminan penuh bahwa seluruh rangkaian SPMB tahun ini terbuka bagi publik dan bebas dari segala bentuk biaya tambahan. Ia juga mendorong masyarakat untuk aktif memantau informasi resmi agar persiapan pendaftaran dapat berjalan lancar.‎

‎“Deklarasi ini adalah bukti komitmen kolektif kami untuk meningkatkan mutu pendidikan. Saya pastikan proses ini transparan dan jujur, demi masa depan generasi emas Kabupaten Tuban,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....