Bupati Tuban Sanggupi Tuntutan Buruh di May Day

  • 01 Mei 2026 13:36 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Perayaan May Day atau Hari Buruh setiap 1 Mei, diperingati secara harmonis oleh para buruh bersama jajaran pemerintah Kabupaten Tuban dan Forkopimda. Sebanyak 1.122 pekerja memadati halaman kantor Pemkab Tuban, Jumat 1 Mei 2026.‎

‎Dalam perayaan tersebut, para buruh telah melakukan serangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, donor darah, penyampaian aspirasi, hingga pemotongan tumpeng secara simbolis.‎

‎Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky memberikan apresiasi kepada para buruh yang memberikan contoh baik dalam penyampaian aspirasi mereka yang tertib dan kondusif.‎

‎"Pertama, saya bersama seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Tuban menyampaikan selamat ulang tahun untuk Buruh Internasional yang hari ini bertepatan pada tanggal 1 Mei 2026," ujarnya.

‎Menurutnya, kesuksesan perayaan May Day yang penuh dengan kehangatan ini tidak lepas dari sosok pemimpin yang dikomandoi oleh Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Duraji. ‎

‎"Mas Duraji ini bisa menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, untuk menyampaikan aspirasi yang hari ini berjalan sangat baik," ucap Bupati.‎

‎Dalam musyarawah yang digelar secara tertutup antar buruh dan pemerintah daerah, Bupati menyampaikan bahwa ada beberapa tuntutan yang diberikan oleh serikat buruh.‎

‎Diantaranya, pelengkapan fasilitas rumah singgah, perlindungan BPJS Kesehatan, realisasi progam afirmasi kuota lima persen di satuan pendidikan, serta realisasi progam Lembaga Kerja Sama (LKS) yang melibatkan buruh, perusahaan dan pemerintah daerah.‎

‎"Untuk rumah singgah, akan kami sempurnakan kembali salah satunya dengan memberikan akses transportasi yang bisa mengantarkan masyarakat dari rumah singgah menuju rumah sakit. Jaraknya pun tidak jauh, ini juga sesuai dengan permintaan dari Mas Duraji," jelas Mas Lindra.‎

‎Selain itu, masih ada sekitar 2,9 persen masyarakat yang belum mendapatkan asuransi BPJS Kesehatan. Sehingga pemerintah daerah diminta agar melakukan komunikasi lebih intens dengan pihak terkait, agar tahun 2027 mendatang semua masyarakat dapat terlindungi 100 persen.‎

‎Selanjutnya, terkait afirmasi lima persen, Bupati menjelaskan bahwa para buruh masih merasa kesulitan untuk turut serta mengakses progam tersebut. "Setelah ini pendaftaran murid baru akan segera dibuka, tapi afirmasi 5 persen itu per hari ini masih ada kendala. Perlu diketahui bahwa buruh itu tidak pasti masuk di dalam desil 1 sampai desil 5. Insya Allah anak mereka akan kita pastikan diterima di sekolah negeri sesuai domisili," jelasnya.‎

‎Upaya itu akan dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan untuk memperdetail kembali data para buruh agar mereka dapat mengakses Afirmasi 5 persen. "Kami dari pemerintah Kabupaten Tuban di dalam proses penerimaan murid baru, kita pastikan tidak akan ada tebang pilih, semuanya silakan masuk ke sekolah negeri sesuai domisili masing-masing," tegasnya.

‎Pemerintah Kabupaten Tuban juga berencana akan memberikan bantuan berupa seragam sekolah bagi keluarga tidak mampu. "Sekitar lebih dari 2.000 keluarga yang akan kita berikan bantuan seragam, dan akan dikawal oleh teman-teman DPRD Tuban," tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Duraji mengapresiasi langkah Bupati Tuban dalam merespon beberapa tuntutan yang telah diberikan. "Ini berkat kolaborasi bersama pemerintah daerah. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tuban, Mas Lindra telah merealisasikan segala bentuk tuntutan dari kami," ujar Duraji.‎

‎Terkait rumah singgah, ia mengaku telah menyuarakan tuntutan itu sejak tahun 2017 di masa kepemimpinan Bupati sebelumnya. Namun baru dapat direalisasikan di era kepemimpinan Bupati Lindra, dan telah beroperasi sejak tahun 2025 lalu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....