Duta Damai BNPT Jatim Dorong Kolaborasi Sekolah Damai di Lamongan

  • 28 Apr 2026 21:19 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Upaya perkuat perlindungan perempuan dan anak di tengah pesatnya perkembangan ruang digital terus digencarkan. Duta Damai BNPT Jawa Timur bersinergi dengan DP3AKB Kabupaten Lamongan melalui kegiatan koordinasi dan sosialisasi di kantor DP3AKB Lamongan, Selasa 28 April 2026.

Dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Aini Mas’idha, dan Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani beserta jajaran. Agenda utama kegiatan ini adalah memperkuat jejaring lintas sektoral dalam perlindungan perempuan dan anak, sekaligus pencegahan radikalisme di ruang digital.

Kepala DP3AKB Lamongan menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai lini, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya akses layanan pengaduan yang terbuka dan mudah dijangkau.

“Layanan pengaduan kami buka seluas-luasnya. Masyarakat dapat melapor secara langsung maupun melalui sistem daring, sehingga kasus dapat terdeteksi lebih cepat,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, DP3AKB Lamongan juga menghadirkan inovasi program “18–21”. Program ini mendorong pembatasan aktivitas anak pada jam tertentu, termasuk penggunaan gawai tanpa pengawasan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kontrol orang tua terhadap aktivitas anak, terutama dalam menghadapi risiko di ruang digital.

Sementara itu, Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, peningkatan literasi serta sosialisasi mekanisme pengaduan menjadi kunci agar masyarakat lebih responsif terhadap potensi kekerasan maupun paparan radikalisme.

“Kesadaran masyarakat harus diperkuat. Masih banyak kasus yang belum terlaporkan karena minimnya pemahaman terhadap akses layanan yang tersedia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Damai BNPT Jawa Timur juga menawarkan kolaborasi program unggulan “Sekolah Damai” untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Lamongan. Program ini mengusung tema “Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan” dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, serta fokus pada penguatan literasi digital dan nilai toleransi di kalangan pelajar.

Melalui diskusi yang berlangsung, kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pencegahan. DP3AKB Lamongan berkomitmen untuk terus memperluas akses layanan serta meningkatkan kualitas pendampingan bagi korban, sementara Duta Damai BNPT Jawa Timur mendorong penguatan edukasi publik berbasis komunitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....