BMKG Tuban Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Kering akibat Fenomena El Nino
- 19 Apr 2026 18:15 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban memberikan peringatan serius mengenai karakteristik musim kemarau di tahun 2026 yang diperkirakan akan berlangsung lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Prakirawan BMKG Tuban, Arbi S. Widayat, menjelaskan bahwa wilayah Tuban diprediksi akan menghadapi dua gelombang puncak kemarau yang berbeda.
Secara umum, sebagian besar wilayah di Kabupaten Tuban akan memasuki fase terkering pada bulan Juli, namun terdapat pengecualian untuk wilayah di bagian selatan. Arbi menyebutkan bahwa untuk wilayah Kecamatan Parengan, Soko, dan Senori, puncak musim kemarau diprediksi sedikit bergeser ke bulan Agustus, meskipun secara garis besar pola cuacanya hampir serupa.
Arbi juga menekankan, bahwa periode antara bulan Juli hingga September merupakan masa-masa krusial di mana intensitas kemarau akan berada pada titik tertingginya sepanjang tahun 2026.
Ia juga membandingkan kondisi tahun ini dengan situasi pada tahun 2025 yang dinilai jauh lebih basah karena masih terdapat intensitas hujan yang cukup sering. Sebaliknya, Arbi mengatakan bahwa tahun ini kondisi cuaca akan cenderung lebih kering, akibat dari fenomena El Nino.
"Musim kemarau tahun ini hampir di seluruh wilayah Indonesia diprediksi sangat kering karena adanya fenomena El Nino yang berdampak langsung pada berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur," ujarnya.
Kondisi kemarau kering ini masyarakat diminta tetap waspada terutama bencana hidrometeorologi, mengingat dampak penurunan curah hujan akan sangat terasa pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih.
Oleh karena itu, pihak BMKG terus melakukan pemantauan intensif selama periode puncak antara Juli dan September tersebut agar masyarakat dapat mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul akibat cuaca ekstrem yang lebih kering dari biasanya.
"Untuk masyarakat bisa memantau informasi seputar cuaca melalui laman resmi website maupun media sosial kami," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....