Pemkab Lamongan Perkuat Strategi Terintegrasi Atasi Persoalan Sampah

  • 17 Apr 2026 08:55 WIB
  •  Tuban

RI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus memperkuat komitmennya dalam menangani persoalan sampah melalui strategi komprehensif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini ditempuh guna mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup di daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi saat pimpin rapat di Gedung Pemkab Lamongan, Kamis 16 April 2026, bahwa penanganan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta dalam satu sistem yang terintegrasi.

“Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari sumbernya, tidak hanya di hilir tetapi juga di hulu melalui perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Lamongan tercatat mencapai sekitar 550 ton per hari. Untuk mengoptimalkan pengelolaannya, Pemkab Lamongan telah melakukan berbagai upaya, antara lain optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), penguatan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta pengelolaan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Penguatan TPS3R di tingkat desa menjadi salah satu fokus utama sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem ini, sampah dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, sehingga mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui bank sampah dan konsep ekonomi sirkular.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan. Pemkab Lamongan secara berkelanjutan mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik, pemilahan sampah rumah tangga, serta pemanfaatan komposter guna mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup ramah lingkungan.

Dalam mendukung sistem pengelolaan yang lebih modern, Pemkab Lamongan turut ambil bagian dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Surabaya Raya. Program ini memungkinkan sampah tidak hanya dikelola, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Yuhronur menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan terus diperkuat agar target pengurangan dan penanganan sampah dapat tercapai secara optimal.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang terintegrasi, kami optimistis persoalan sampah di Lamongan dapat teratasi secara bertahap dan berkelanjutan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....