Harga Minyak Goreng di Pasar Sidoharjo Lamongan Naik
- 14 Apr 2026 11:26 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Harga komoditas minyak goreng di Pasar Sidoharjo, Kabupaten Lamongan, terpantau mengalami. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang serta pelaku usaha mikro kecil yang bergantung pada bahan pokok tersebut.
Kenaikan harga terjadi pada hampir semua jenis minyak goreng, baik kemasan maupun curah. Selain dipicu meningkatnya permintaan pasca-Hari Raya Idulfitri, lonjakan harga juga diduga berkaitan dengan dampak tidak langsung dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang memengaruhi biaya logistik dan bahan baku penunjang, seperti kemasan plastik.
Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Sidoharjo, Rama Rendy Saputra, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai dirasakan sejak setelah Lebaran. Ia menyebut, harga MinyaKita ukuran 800 mililiter naik dari Rp16.000 menjadi Rp18.000. Sementara itu, minyak goreng curah meningkat dari Rp19.000 menjadi Rp21.000 per kilogram, dan minyak kemasan lainnya juga mengalami kenaikan serupa.
“Kenaikan ini cukup terasa dampaknya. Pembeli mulai mengurangi jumlah belanja,” ujarnya, Selasa 14 April 2026.
Menurut Rama, faktor eksternal seperti konflik di Timur Tengah turut memengaruhi harga bahan baku, khususnya plastik untuk kemasan, sehingga berdampak pada harga jual di tingkat pasar.
Di sisi lain, pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling terdampak. M Said, seorang penjual gorengan, mengaku keuntungan yang diperoleh kini semakin menipis. Dengan modal yang sama, jumlah minyak yang didapat jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
“Biasanya Rp50.000 bisa dapat lebih dari dua kilo, sekarang berkurang. Untung jadi sangat tipis, tapi saya tidak berani menaikkan harga jual karena takut pelanggan berkurang,” katanya.
Baik pedagang maupun pelaku usaha berharap harga minyak segera berangsur turun sehingga pembeli kembali normal beraktivitas seperti biasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....