Warga Bektiharjo Tuban Jaga Tradisi Beri Makan Ikan Monyet

  • 02 Apr 2026 11:30 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Rangkaian sedekah bumi di kawasan Sendang Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, kembali digelar pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan tahunan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan hiburan kesenian tradisional Langen Tayub yang menambah kemeriahan suasana.

Tradisi tersebut diikuti oleh lima desa di wilayah Kecamatan Semanding, yakni Bektiharjo, Semanding, Prunggahan Wetan, Prunggahan Kulon, dan Tegalagung. Seluruh desa tersebut memiliki ketergantungan yang sama terhadap sumber mata air dari sendang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai bagian dari prosesi, masyarakat melaksanakan ritual memberi makan hewan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Juru kunci Pemandian Bektiharjo, Hartono (70), mengatakan jika tradisi ini merupakan peninggalan leluhur yang terus dijaga hingga kini. “Ini sudah dari dulu, warisan leluhur. Kami tidak tahu pasti sejak kapan dimulai, tapi tradisi ini terus dijaga sampai sekarang,” ujarnya.

Pelaksanaan tradisi berlangsung pada Rabu Pon dalam kalender Jawa yang diyakini memiliki nilai khusus. Sejak pagi hari, kawasan pemandian tampak dipadati warga dari berbagai desa, mayoritas ibu-ibu, yang membawa bunga dan aneka makanan sebagai perlengkapan ritual.

Setibanya di lokasi, warga terlebih dahulu menuju punden di area sendang untuk menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Setelah itu, mereka melanjutkan prosesi dengan menebar nasi ke dalam kolam untuk memberi makan ikan-ikan yang hidup di dalamnya.

Selain ikan, monyet-monyet yang berada di kawasan tersebut juga tak luput dari pemberian pakan oleh warga. "Kegiatan ini hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur atas melimpahnya sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari air minum hingga keperluan mandi dan mencuci," jelasnya.

Salah satu warga, Hartutik (53), mengaku rutin mengikuti tradisi tersebut setiap tahun. Ia menilai kegiatan memberi makan hewan di sendang sudah menjadi bagian dari kewajiban moral masyarakat.

“Memberi makan ikan dan monyet ini sudah menjadi kewajiban bagi kami sebagai wujud syukur. Setiap tahun saya selalu ikut,” ucapnya.

Suasana yang semula khidmat perlahan berubah menjadi semarak seiring berjalannya acara. Kehadiran warga dari berbagai desa menunjukkan bahwa tradisi ini masih dijaga kuat sebagai bagian dari kearifan lokal yang terus dilestarikan hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....