Gus Muwafiq Soroti Konflik Israel Iran dan Kemandirian Bangsa
- 30 Mar 2026 13:32 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Konflik yang memanas antara Israel dan Iran di Timur Tengah dinilai tidak sekadar pertikaian militer, melainkan mencerminkan benturan ideologi kemandirian dan dominasi global. Hal tersebut disampaikan oleh pendakwah KH Ahmad Muwafiq dalam kegiatan Halal Bihalal dan Kupatan di Aula LP Ma’arif Dadapan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, Minggu malam 29 Maret 2026.
Di hadapan ratusan warga Nahdliyin, Gus Muwafiq sapaan akrabnya menyampaikan bahwa kedua negara memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan eksistensi tanpa ketergantungan pada pihak luar. “Konflik Israel dan Iran bukan sekadar perang fisik, melainkan benturan dua bangsa yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga kemandirian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Israel terbentuk dari pengalaman sejarah pengusiran yang membentuk karakter bangsa yang mandiri. Sementara Iran dinilai mampu bertahan dan berkembang melalui investasi besar di bidang sumber daya manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, kekuatan Iran saat ini tidak terlepas dari kepemimpinan yang kuat serta strategi pembangunan berbasis teknologi yang konsisten, sehingga memiliki posisi yang diperhitungkan di tingkat internasional. Dalam kesempatan tersebut, Gus Muwafiq juga menyoroti posisi Indonesia yang dinilai masih berada dalam kondisi dilematis.
Ketergantungan terhadap produk teknologi dan industri global, khususnya dari negara-negara besar, dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan. “Ketergantungan terhadap produsen global membuat kita berisiko terhadap berbagai tekanan, termasuk kemungkinan embargo,” tuturnya.
Ia pun mengajak masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk memperkuat kemandirian di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga penguasaan teknologi, sebagai upaya meningkatkan daya saing bangsa.
Sementara itu, Ketua NU Dadapan, Ainur Rofiq, mengatakan kegiatan Halal Bihalal dan Kupatan tersebut mengusung tema “Menebar Maaf, Menyambung Rasa, Memperkuat Ukhuwah Nahdliyah”. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Melalui momentum ini, kami ingin memperkuat silaturahmi serta membangun kebersamaan antarwarga,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....