Laris, Wingko Jadi Buruan Pemudik Sebagai Buah Tangan

  • 25 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Wingko menjadi pilihan favorit para pemudik yang melintas di jalur Pantura Lamongan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Permintaan yang melonjak tajam membuat sejumlah produsen kewalahan memenuhi pesanan.

Salah satu produsen Toko Wingko Sedap Mantab, Bambang Subirawan mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan mencapai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Kalau hari normal produksi hanya sekitar 2 sampai 3 kilogram adonan, sekarang bisa sampai 25 kilogram,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.

Menurut Bambang, lonjakan permintaan mulai terasa sejak Hari H Lebaran. Berbeda dengan akhir pekan biasa, kali ini peningkatan dipicu arus mudik dan balik yang melintasi Lamongan, sehingga pembeli datang silih berganti.

Tingginya permintaan membuat proses produksi harus ditingkatkan. Namun, keterbatasan waktu pembuatan menjadi tantangan tersendiri. Untuk menghasilkan wingko yang matang sempurna, dibutuhkan waktu sekitar 45 hingga 60 menit.

“Produksi sudah kami tingkatkan, tapi tetap antre karena proses memasaknya memang tidak bisa cepat,” jelasnya.

Dari sisi varian, wingko ketan hitam menjadi favorit pembeli karena keunikan rasanya yang tidak banyak ditemukan di tempat lain. Selain itu, tersedia pula varian lain seperti nangka, durian, pandan, dan beberapa rasa lainnya.

Untuk harga, pihak toko mempertahankan tarif yang relatif terjangkau, yakni Rp27.000 per boks berisi 10 buah wingko. Sementara untuk ukuran lebih besar, harganya tidak jauh berbeda.

Para pembeli datang dari berbagai daerah, seperti Malang dan Surabaya, yang umumnya membeli wingko sebagai oleh-oleh khas Lamongan. Bahkan, pembeli dari luar pulau hingga mancanegara seperti Malaysia dan Thailand juga tercatat membeli produk tersebut.

Meski demikian, pihaknya berharap arus lalu lintas pemudik tetap melewati jalur Pantura Lamongan. Hal ini menyusul kekhawatiran adanya pengalihan jalur yang dapat berdampak pada penurunan jumlah pembeli.

Rohman pemudik asal Jakarta bahkan sengaja mampir ke Lamongan saat perjalanan arus balik. Ia mengaku rela berbelok dari rute utama demi membeli wingko untuk keluarga dan rekan kerjanya di Ibu Kota.

“Saya sengaja mampir, bahkan dari Surabaya balik lagi ke Gresik untuk naik tol, sekalian beli oleh-oleh buat teman-teman di Jakarta dan saudara di sana,” ujarnya.

Rohman mengaku sudah menjadi pelanggan tetap wingko Lamongan setiap tahun. Menurutnya, cita rasa wingko di tempat langganannya memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain.

“Memang rasanya beda. Walaupun banyak yang jual wingko di daerah sini, tapi saya lebih terbiasa beli di sini saja,” katanya.

Dari segi rasa, menurutnya wingko Lamongan memiliki ciri khas pada gurihnya kelapa yang dominan, terutama pada varian original.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....