Keunikan Masjid Bawah Tanah di Tuban Jadi Magnet Wisata Religi
- 18 Mar 2026 11:01 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Masjid umumnya berdiri megah di atas permukaan tanah. Namun berbeda dengan yang satu ini. Di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terdapat sebuah masjid unik yang dibangun di dalam perut bumi dengan kedalaman sekitar 20 meter.
Masjid tersebut adalah Masjid Aschabul Kahfi yang berlokasi di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Tempat ibadah yang juga dikenal sebagai Masjid Perut Bumi ini menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit yang ramai dikunjungi, terutama saat musim libur dan arus mudik Lebaran.
Sesuai namanya, seluruh bangunan masjid berada di dalam gua alami di bawah tanah. Meski berada di kedalaman, pengunjung tidak perlu khawatir akan risiko longsor atau ambrol. Struktur gua telah diperkuat dengan beton pada bagian dinding dan atap sehingga aman digunakan untuk beribadah.
Untuk menghilangkan kesan gelap dan menyeramkan, pengelola memasang lampu warna-warni di berbagai sudut gua. Tak hanya itu, ornamen kaligrafi serta hiasan batu marmer turut mempercantik interior, menghadirkan suasana religius yang unik sekaligus estetik.
Keindahan masjid bawah tanah ini mampu menarik minat banyak wisatawan dari berbagai daerah. Selain beribadah seperti berdoa, tahlil, dan istigasah, pengunjung juga memanfaatkan sejumlah sudut masjid sebagai lokasi berfoto bersama keluarga.
Salah satu pengunjung, Dziki Muhammad asal Lamongan, mengaku terkesan dengan keunikan masjid tersebut. Menurutnya, suasana di dalam gua memang cenderung gelap dan sedikit mistis, namun tetap nyaman untuk beribadah karena dihiasi ornamen islami.
"Arsitektur masjid disini sangat berbeda dari masjid pada umumnya, sangat unik dan memiliki area yang luas," ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Masjid ini dibangun oleh Haji Subkhan pada tahun 2002. Sebelumnya, lokasi gua tersebut merupakan tempat pembuangan sampah. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap selama sekitar 18 bulan sebelum akhirnya dibangun menjadi tempat ibadah.
Pengurus masjid, Damar Joko, menjelaskan bahwa hingga kini masjid masih aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti istigasah, tahlil, dan doa bersama. "Pengunjung yang datang berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa Barat, Banten, Madura dan lain sebagainya," ucapnya.
Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa mencapai puluhan rombongan bus. Meski demikian, pengelola tidak memungut tiket masuk. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir kendaraan serta dapat memberikan donasi secara sukarela melalui kotak amal.
Namun, pada musim penghujan, aktivitas di dalam masjid terkadang dibatasi. Hal ini disebabkan adanya rembesan air dari permukaan tanah yang membuat area dalam gua menjadi basah.
"Kalau musim kemarau pasti aman tidak rembes, tapi justru saat rembes itulah yang menarik minat peziarah," katanya.
Keunikan konsep serta nilai religi yang ditawarkan menjadikan Masjid Perut Bumi sebagai destinasi yang tak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang berbeda bagi setiap pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....