Warga Serbu Bapok Pasar Murah Disperindag Jatim di Lamongan

  • 24 Feb 2026 20:13 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Kendalikan inflasi serta memperkuat ketahanan pangan tahun 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur bersama Diskoperindag Kabupaten Lamongan menggelar pasar murah di Alun-Alun Lamongan, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan ini disambut antusias masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana seperti banjir dan tanah longsor di wilayah perbatasan Lamongan. Sejak mulai pada sore hari warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Kepala Seksi Desain Produk Disperindag Jawa Timur, Agus Budi Prasetyo mengatakan bahwa pasar murah ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan laju inflasi daerah.

“Tujuan utamanya adalah pengendalian inflasi. Selain itu, kami ingin membantu masyarakat agar tetap dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok, khususnya menjelang Ramadan,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah komoditas yang dijual meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, tepung terigu, cabai, serta bawang merah dan bawang putih yang belakangan mengalami kenaikan harga di pasaran.

Ia menjelaskan, beberapa komoditas seperti cabai masih terbatas karena kendala distribusi. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan pemerataan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Salah seorang pembeli, Milda mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok seperti telur, tepung terigu, minyak goreng, cabai, dan bawang dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar.

“Kalau di sini harganya lebih murah, terutama cabai harganya Rp5000. Sangat membantu, karena di pasar harganya lebih mahal,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama menjelang Ramadan di tengah kenaikan harga bahan pokok.

Ia pun berharap kegiatan pasar murah dapat lebih sering digelar agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa lebih sering diadakan, supaya masyarakat lebih terbantu,” tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, harga bahan pokok dijual lebih rendah dibanding harga pasar. Telur ayam dijual Rp24.000 per kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp15.000 per liter.

Sementara itu, bawang merah dijual Rp7.000 per 250 gram dan cabai rawit Rp5.000 per 100 gram.

Selain itu, disediakan pula komoditas beras dengan total stok mencapai 2 ton, terdiri dari beras SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram dan beras premium Rp70.000 per 5 kilogram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....