Gelar Edukasi Gizi Serentak, Persagi Raih Rekor Muri

  • 29 Jan 2026 16:04 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Tuban raih rekor muri usai gelar edukasi gizi serentak secara nasional. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persagi dan dilaksanakan berjenjang mulai tingkat pusat hingga daerah.

Ketua DPC Persagi Tuban, Suswati, menyampaikan bahwa peringatan HGN tahun ini difokuskan pada peningkatan literasi gizi masyarakat melalui edukasi masif dan terstruktur. Program tersebut sekaligus menjadi upaya nasional dalam mencetak rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kegiatan edukasi gizi serentak.

“Rekor MURI ini adalah rekor nasional yang kita capai bersama. Gagasan awal berasal dari DPP Persagi di Jakarta yang merencanakan edukasi gizi serentak sebagai bagian dari peringatan Hari Gizi Nasional,” ujar Suswati, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menegaskan, bahwa pencapaian rekor bukanlah tujuan utama kegiatan tersebut. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen nasional dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Di Kabupaten Tuban, kegiatan edukasi gizi serentak dilaksanakan pada 21 Januari 2026. Secara nasional, edukasi gizi dilakukan di 1.836 lokasi yang tersebar di berbagai sekolah. Sementara di Kabupaten Tuban mendapat alokasi tujuh titik pelaksanaan, yakni di SMPN 3 Tuban, SMPN 4 Tuban, SMPN 7 Tuban, SMP Al-Uswah, SMP Insan Kamil, serta SMPN 1 Semanding.

“Kegiatan edukasi gizi di Tuban dilaksanakan secara serentak dan terhubung secara langsung (live) dengan MURI sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nasional,” katanya.

Melalui kegiatan ini, DPC Persagi Tuban juga terus berkomitmen untuk memperkuat peran ahli gizi di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang sejak usia sekolah.

“Fokus utama kami adalah edukasi gizi untuk mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....