Angkat Busana Daerah, Putra Lamongan Raih Penghargaan AKI

  • 18 Des 2025 16:49 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Busana Khas Lamongan (BKL) tampil gagah dan berwibawa pada ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) Tahun 2025 yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Selasa malam (16/12/2025).

Busana tersebut dikenakan oleh Diaz Nawaksara, delegasi Kabupaten Lamongan, saat menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 kategori Pelopor dan Pembaharu. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya dalam membaca, menulis, serta mendigitalisasi berbagai aksara kuno Nusantara.

Penampilan Busana Khas Lamongan tidak hanya menjadi simbol identitas budaya daerah, namun sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan busana tradisional Lamongan kepada publik nasional melalui panggung kebudayaan berskala nasional.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lamongan, Purnomo, turut hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan pemerintah daerah sekaligus pengusul penerima anugerah.

“Kami merasa bangga dan memberikan apresiasi atas tampilnya Busana Khas Lamongan dalam ajang anugerah kebudayaan nasional. Tentunya juga bangga atas kiprah Mas Diaz sebagai pelopor budaya Nusantara yang layak menerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025. Rekam jejaknya sangat nyata di tengah masyarakat dan komunitas, baik di Lamongan maupun di tingkat nasional,” ujar Purnomo, Kamis (18/12/2025).

Diaz Nawaksara merupakan putra daerah Lamongan yang berdomisili di Desa Dagan, Kecamatan Solokuro. Ia ditunjuk sebagai delegasi Kabupaten Lamongan berkat dedikasinya dalam pemajuan kebudayaan, khususnya melalui kerja-kerja literasi aksara tradisional dan sejarah lokal Lamongan.

Selain itu, Diaz yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (LESBUMI) Lamongan aktif mendampingi berbagai komunitas budaya, sejarah, dan literasi. Fokus utamanya adalah penguatan literasi aksara Nusantara, manuskrip, serta sejarah lokal yang diperkuat melalui digitalisasi berbasis aplikasi dan laman website.

Upaya digitalisasi tersebut tidak hanya sebatas dokumentasi, melainkan sebagai sarana pemajuan literasi dan penguatan identitas kebudayaan. Dengan pendekatan komunitas dan pemanfaatan teknologi, warisan pengetahuan masa lalu diharapkan tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.

Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini melengkapi capaian sebelumnya. Pada tahun 2024, Diaz Nawaksara juga menerima Apresiasi Insan Pancasila dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia atas kontribusinya dalam melestarikan aksara Nusantara sebagai simbol persatuan, kebhinekaan, dan identitas bangsa.

Melalui penghargaan ini, diharapkan kerja-kerja pelestarian aksara Nusantara semakin mendapatkan ruang, dukungan, dan perhatian yang lebih luas, khususnya di Kabupaten Lamongan, serta berkontribusi bagi pemajuan kebudayaan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....