Pemkab Lamongan Komitmen Wujudkan Daerah Inklusif Untuk Difabel

  • 03 Des 2025 18:56 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai program yang dirancang untuk membuka ruang partisipasi serta meningkatkan kualitas hidup para difabel.

Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari lomba minat dan bakat, pelatihan keterampilan, penguatan kewirausahaan, bantuan keuangan, pengembangan bakat, hingga akses pendidikan inklusif. Selain itu, Pemkab Lamongan juga secara rutin mengikutsertakan atlet difabel dalam ajang olahraga seperti Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov).

Salah satu wujud keberpihakan pemerintah daerah adalah melalui Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas (FP2HD). Forum ini dibentuk sebagai ruang aspirasi sekaligus wadah partisipasi bagi penyandang disabilitas untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang inklusif.

Dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025, Pemkab Lamongan akan menyelenggarakan "Festival Difabel" pada 9 Desember 2025 di Pendopo Lokatantra. Serangkaian lomba seperti menyanyi, melukis, ketangkasan, vlog, hingga fashion show disiapkan sebagai ruang berekspresi untuk para difabel dari berbagai wilayah.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Farah Damayanti Zubaidah, menegaskan bahwa agenda tersebut bukan hanya seremoni tahunan, tetapi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan dan kemandirian para penyandang disabilitas.

“Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendukung pemberdayaan difabel. Karena hak dan kontribusi masyarakat harus tetap diberikan. Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang,” ujar Farah, Rabu (3/12/2025).

Selain program yang dikelola Dinas Sosial, upaya pemberdayaan difabel juga diwujudkan melalui inovasi layanan kesehatan. Salah satunya Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) oleh Puskesmas Turi Lamongan.

Program Tas Mantri menghadirkan layanan Home Care Service (HCS) dua kali tiap minggu, pelatihan caregiver dua kali dalam setahun, serta bantuan alat penunjang kesehatan seperti tensimeter, alat bantu mobilisasi, dan alat laboratorium sederhana kepada sedikitnya 15 penyandang disabilitas setiap tahun.

Melalui ragam program tersebut, Pemkab Lamongan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses pelayanan, memberikan perlindungan, sekaligus memastikan masyarakat difabel dapat hidup mandiri serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....