Toak Bukan Obat, Justru Berbahaya Bagi Tubuh
- 19 Sep 2025 18:28 WIB
- Tuban
KBRN Tuban: Minuman toak yang masih populer di sejumlah desa di Tuban kerap dianggap sebagian warga sebagai obat tradisional untuk menambah tenaga. Namun, anggapan ini perlu diluruskan karena toak sebenarnya mengandung alkohol yang dapat memabukkan dan membahayakan kesehatan, khususnya fungsi ginjal.
Petugas kesehatan setempat mengingatkan bahwa konsumsi alkohol dalam jangka panjang dapat merusak ginjal dan hati. Kandungan etanol pada toak membuat ginjal bekerja lebih keras menyaring racun dari darah. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, risiko gangguan ginjal kronis bisa meningkat, bahkan berujung gagal ginjal.
Fenomena ini semakin mengkhawatirkan karena toak sering diminum tanpa takaran jelas, bahkan dikonsumsi bersama-sama dalam jumlah banyak. Selain memengaruhi kesehatan tubuh, efek memabukkan toak juga bisa menimbulkan masalah sosial, seperti keributan atau kecelakaan di jalan.
Seorang warga Desa Tunah Kecamatan Semanding Tuban, Sugianto, mengungkapkan keresahannya. “Kalau ada yang minum toak, sering bikin onar di kampung. Kadang teriak-teriak, kadang ribut sama tetangga. Kita jadi was-was kalau malam hari,” ujarnya. Warga berharap ada pengawasan lebih ketat agar situasi desa tetap aman, Jumat (19/9/2025)
Kesadaran masyarakat diharapkan terus meningkat agar bahaya konsumsi toak dapat ditekan. Dengan langkah preventif ini, diharapkan angka kasus gangguan ginjal akibat konsumsi alkohol di Tuban bisa menurun, dan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....