Miniatur Sound Horeg di Tuban, Alternatif Hiburan Halal
- 30 Jul 2025 15:15 WIB
- Tuban
KBRN, Tuban: Di tengah maraknya fenomena sound horeg yang kerap dianggap meresahkan karena kebisingan dan unsur hiburan yang kurang sesuai norma, warga Dusun Dolok, Desa Klotok, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban justru menghadirkan inovasi unik. Mereka memodifikasi tren sound horeg menjadi versi miniatur yang lebih ramah lingkungan dan bernilai edukatif.
Berbeda dengan sound horeg pada umumnya yang menggunakan perangkat berukuran besar dan diangkut dengan truk, di Tuban, sound system tersebut dirancang dalam ukuran kecil yang dapat dimainkan oleh anak-anak. Miniatur ini tetap menghadirkan sensasi musik DJ dengan pencahayaan (lighting) khas, namun dengan volume suara yang lebih terkendali.
Sunari (50), perajin miniatur sound horeg asal Desa Klotok, mengungkapkan, bahwa ide pembuatan sound mini ini berawal dari iseng. “Awalnya hanya coba-coba, karena waktu itu lagi tren sound horeg besar. Ternyata banyak yang tertarik dengan versi kecilnya,” kata Sunari, Rabu (30/7/2025).
Meskipun ukurannya mungil, kualitas suara yang dihasilkan tetap terjaga dan nyaman didengar. Kegiatan ini juga selalu melibatkan pendampingan orang tua, memastikan anak-anak bermain dengan aman tanpa risiko penyalahgunaan.
Selain tidak melibatkan dancer seperti pada kontes sound horeg di tempat lain, miniatur sound horeg di Tuban ini difokuskan sebagai sarana hiburan bersih bagi masyarakat. Keceriaan semakin terasa dengan tambahan efek cahaya yang menambah nuansa semarak, meskipun tanpa elemen-elemen hiburan yang dinilai berlebihan.
Kehadiran miniatur sound horeg ini telah berjalan selama enam bulan dan memberi dampak positif bagi perekonomian warga setempat. Paguyuban Joko Kembang, yang menaungi para pemilik sound mini, rutin mendapat pesanan untuk meramaikan berbagai acara seperti ulang tahun, tasyakuran, hingga hajatan lainnya. Biaya sewanya pun lebih terjangkau dibandingkan sound horeg berukuran besar.
Meskipun sebagian kalangan menilai, jika sound horeg ini tanpa regulasi yang jelas, dan bisa saja melenceng dari nilai-nilai budaya dan syariat. Oleh karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera menyusun aturan teknis penyelenggaraan kegiatan hiburan berbasis sound horeg mini, agar tetap berjalan sesuai norma dan adat istiadat setempat.
Sementara itu, Kepala Dusun Dolok, Hadi Ihsan, memberikan apresiasi atas kreatifitas warga setempat dalam memberikan hiburan lokal. "Kami sangat mengapresiasi kreatifitas warga kami, karena ini bisa menjadi hiburan warga setempat. Dan secara tidak langsung roda ekonomi juga berputar, melalui pembuatan miniatur sound horeg," ucapnya.
Ia memastikan, keberadaan miniatur sound horeg ini tidak akan menganggu kedamaian warga setempat, justru kata dia, masyarakat turut menyambut baik hiburan tersebut. "Tidak terganggu sama sekali, justru sangat senang," katanya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....