Anggota DPR RI Dukung QRIS, Serukan Perlindungan Inovasi Pembayaran
- 03 Mei 2025 15:38 WIB
- Tuban
KBRN, Lamongan: Dalam acara sosialisasi 4 pilar MPR RI yang digelar di Molaa Cafe, Lamongan, Sabtu (3/5/2025) Anggota Komisi VI DPR RI, Ahmad Labib, menegaskan pentingnya mempertahankan sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di tengah tantangan global, terutama dari kebijakan perdagangan yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ahmad Labib menjelaskan bahwa QRIS merupakan inovasi yang sangat signifikan bagi Indonesia, memungkinkan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara cepat dan efisien hanya dengan menggunakan ponsel, tanpa perlu kartu fisik. "Perkembangan penggunaan QRIS di Indonesia sangat luar biasa. Kini, negara-negara seperti Jepang dan beberapa negara Arab mulai melirik teknologi ini karena dianggap lebih canggih, cepat, dan murah," ujarnya.
Namun, Labib mengingatkan bahwa dalam negosiasi dengan Amerika Serikat, ada tuntutan untuk menghapus penggunaan QRIS, yang dianggap mengancam dominasi kartu internasional seperti Visa dan Mastercard. "QRIS adalah simbol inovasi dan produk strategis kita dalam bisnis keuangan. Kita harus bersama-sama menjaga keberadaan QRIS dan mendukung penggunaannya," tuturnya.
Dukungan terhadap QRIS juga datang dari Ketua Fokal IMM Lamongan, Zulfikar Ali, yang menekankan pentingnya program-program yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Ia menyatakan bahwa QRIS adalah produk asli nasional yang dapat meningkatkan devisa negara dan mendukung kemajuan fiskal. "Dengan meningkatnya devisa, masyarakat akan semakin sejahtera dan pendapatan asli negara juga akan meningkat. Kami mendukung penuh upaya ini," katanya.
Zulfikar menambahkan bahwa dukungan terhadap operasi merah putih harus dimaksimalkan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
QRIS diharapkan dapat terus menjadi andalan dalam sistem pembayaran di tanah air, menjaga kemandirian dan inovasi dalam sektor keuangan nasional.
Scroll to bottom
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....