Ratusan Calon Pengantin di Tuban Daftar Menikah di Malam Songo
- 16 Mar 2026 17:49 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan bahwa tradisi pernikahan pada malam ke-29 Ramadan atau yang dikenal masyarakat sebagai malem songo, tahun ini tercatat sebanyak 358 pasangan calon pengantin telah terdaftar.
Untuk mengakomodasi tingginya jumlah pernikahan, pihak Kemenag Tuban telah menyiapkan 34 penghulu yang akan bertugas memimpin prosesi akad nikah. “Sebanyak 34 penghulu telah kami siagakan untuk melayani 358 pasangan yang akan melangsungkan pernikahan,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menjelaskan, bahwa malem songo merupakan tradisi yang telah lama berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Tuban, yang oleh sebagian masyarakat diyakini sebagai malam penuh keberkahan karena berdekatan dengan malam Lailatul Qadar.
Oleh karena itu, banyak keluarga memilih waktu tersebut untuk menggelar akad nikah tanpa harus memperhitungkan weton atau hari baik menurut perhitungan tradisional.
"Rangkaian pernikahan malem songo tahun ini akan dimulai Rabu, 18 Maret 2026 setelah waktu Ashar. Pada waktu itu, para penghulu akan mulai melayani akad nikah di berbagai wilayah di Kabupaten Tuban," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tuban, Mashari, mengatakan bahwa jumlah pasangan yang menikah pada malem songo tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2026 tercatat 358 pasangan, sedangkan pada 2025 jumlahnya mencapai 425 pasangan. Adapun pada tahun 2024 terdapat 303 pasangan yang menikah pada malam tersebut.
Mashari menjelaskan, dibandingkan tahun 2025 terjadi penurunan sebanyak 67 peristiwa pernikahan. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2024, angka tersebut justru menunjukkan kenaikan sebanyak 55 pernikahan.
"Perubahan ini merupakan hal yang wajar karena adanya pergeseran pandangan tentang menikah di kalangan masyarakat, terutama generasi muda," katanya.
Menurutnya, kini semakin banyak pasangan yang memilih waktu pernikahan di luar malam 29 Ramadan. Hal itu dilakukan agar keluarga memiliki waktu lebih longgar dalam menyiapkan acara resepsi maupun hajatan.
Selain itu, dari total 358 pasangan yang akan menikah pada malem songo tahun ini, tercatat terdapat dua calon pengantin di bawah umur yang berasal dari wilayah KUA Kecamatan Grabagan. Namun demikian, tidak ditemukan adanya pernikahan dengan status poligami pada pelaksanaan tahun ini.
Salah seorang warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Ernik Istiyana, mengungkapkan bahwa banyak keluarga tetap memilih malam 29 Ramadan karena dianggap membawa keberkahan. Selain itu, momentum Ramadan juga memudahkan keluarga besar dan kerabat untuk hadir karena banyak perantau yang pulang ke kampung halaman.
“Selain karena sudah menemukan jodoh dan waktunya tepat, kami juga berharap agar pernikahan anak saya yang akan dilaksanakan di bulan Ramadan ini bisa membawa keberkahan," ucap Ernik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....