Jaga Stabilitas Pangan, Pemkab Tuban Gelar Pasar Murah Ramadan
- 24 Feb 2026 13:43 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Pemkab Tuban terus berupaya untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok khususnya menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Salah satunya dengan menyelenggarakan Pasar Murah Ramadan yang dilaksanakan secara serentak di 20 kecamatan, mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026.
Melalui program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Kebijakan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah dalam merespons dinamika kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting).
Selain menjaga stabilitas harga, pasar murah juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman di seluruh wilayah Kabupaten Tuban selama Ramadan. Ia menyampaikan bahwa tren kenaikan harga sembako menunjukkan peningkatan yang cukup terasa, sehingga diperlukan langkah cepat untuk menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah daerah hadir guna menahan laju kenaikan harga sekaligus menjamin ketersediaan barang di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan. Dalam pelaksanaan pasar murah ini, pemerintah menyiapkan sembilan komoditas strategis yang dinilai berpengaruh langsung terhadap inflasi daerah.
Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai rawit, cabai merah besar, cabai keriting, bawang merah, serta bawang putih. Seluruhnya merupakan bahan pangan yang permintaannya cenderung meningkat signifikan menjelang hari besar keagamaan.
Agus menegaskan, harga jual seluruh komoditas ditetapkan di bawah harga pasar. Namun, khusus untuk komoditas cabai yang memiliki tingkat fluktuasi tinggi, penetapan harga tetap disesuaikan dengan kondisi harian agar tidak menimbulkan distorsi pasokan.
"Untuk menjaga kelancaran distribusi, pemerintah daerah juga memaksimalkan pasokan dari sejumlah kawasan sentra produksi cabai di Tuban," ujarnya. Langkah ini dilakukan agar ketersediaan barang di lokasi pasar murah tetap terjaga dan tidak terjadi kekosongan stok.
Selain itu, pembatasan pembelian diterapkan guna mencegah terjadinya pemborongan. Setiap pembeli dibatasi maksimal dua kemasan beras ukuran lima kilogram. Sementara cabai dan bawang dijual dalam kemasan dengan ketentuan satu paket untuk setiap pembeli, sehingga manfaat pasar murah dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Pemerintah daerah juga turut memberlakukan sistem pengawasan harian di setiap titik pelaksanaan. Petugas penanggung jawab di lapangan diwajibkan melaporkan kondisi stok, volume penjualan, serta perkembangan situasi setiap hari. Apabila ditemukan indikasi stok menipis, penambahan pasokan akan segera dilakukan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok. Harapannya, hingga menjelang Lebaran harga tetap terkendali dan inflasi daerah dapat dijaga,” ucap Agus.
Tak hanya fokus pada stabilisasi harga, Pemkab Tuban juga menggelar pasar takjil di seluruh kecamatan dengan melibatkan pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha kecil sekaligus menjaga perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....