Pengajian Nuzulul Quran Masjid Agung, Al-Quran Petunjuk Hidup

  • 18 Mar 2025 12:10 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Peringatan turunnya wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad SAW, yang dikenal dengan Nuzulul Quran, dimanfaatkan sebagai momen refleksi dan perbaikan diri. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Moh. Nalikan, pada acara Pengajian Umum Nuzulul Quran di Masjid Agung Lamongan, Senin malam (17/3/2025).

"Nuzulul Quran merupakan peringatan yang baik bagi kita semuanya, dan yang terpenting adalah bagaimana kita dapat melaksanakan inti dari peringatan ini. Sebab, Al-Quran akan menjadi petunjuk dan pencerahan dalam hidup kita," katanya.

Dalam kesempatan itu, Nalikan mengajak seluruh umat untuk menjadikan pengajian Nuzulul Quran sebagai pengingat untuk terus meningkatkan keimanan serta memperbaiki perilaku. "Pengajian ini sesungguhnya menjadi pengingat kita karena sering kali kita lupa. Dengan adanya kajian-kajian yang disampaikan oleh para kyai dan ustad, mudah-mudahan kita bisa memperbaiki keimanan dan perilaku kita," ucapnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Panitia Ramadan dan Idul Fitri 1446 H Masjid Agung Lamongan Abdul Rouf yang mengungkapkan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting, karena pada malam ini Al-Quran turun ke bumi untuk menjadi pedoman hidup umat manusia. "Manusia yang terasingkan dari rumah asalnya di surga, kemudian sementara waktu ditempatkan di bumi, akan dikembalikan ke surga atau neraka. Islam memberikan pedoman berupa Al-Quran untuk memungut kembali anak Adam ke asalnya, yakni surga," ujarnya.

Dalam pengajian tersebut, Kyai Ahmad Muzaki selaku penceramah menambahkan bahwa Al-Quran hadir untuk menjadi penolong bagi umat yang beriman. Al-Quran tidak bisa dirasakan mukjizatnya kecuali oleh orang-orang yang beriman. Tidak ada problem hidup yang tidak ada solusinya dalam Al-Quran. Al-Quran diturunkan sebagai pedoman hidup bagi umat manusia.

"Apapun yang berkaitan dengan Al-Quran akan menjadi mulia, termasuk puasa. Al-Quran dan puasa akan menjadi fasilitator syafa'at di hari kiamat. Insyallah, jika kita puasa dan rutin membaca Al-Quran, akhirat kita akan aman. Karena yang terpenting adalah akhirat, sedangkan dunia penuh fitnah dan segala sesuatu bisa tampak tidak jelas," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....