Berkah Ramadan, Permintaan Blewah di Lamongan Meningkat

  • 07 Mar 2025 14:03 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Bulan Suci Ramadan menjadi berkah bagi petani buah blewah di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, seiring dengan tingginya permintaan akan buah blewah sebagai bahan minuman segar berbuka puasa, petani setempat tengah menikmati hasil panen raya yang melimpah. Buah blewah, yang dikenal dengan nama lokal "garbis," kini menjadi komoditas yang diminati bukan hanya di pasar lokal Lamongan, tetapi juga di luar daerah.

Bandi Sugiarto, Asper Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH), Perhutani, menuturkan, panen buah blewah ini berlangsung di atas lahan seluas lebih dari 20 hektar yang dikelola oleh Perhutani. Aktivitas panen dilakukan secara serentak untuk memenuhi lonjakan permintaan pasar yang signifikan di Bulan Ramadan ini.

Harga jual buah blewah saat ini masih cukup tinggi, yakni sekitar Rp 5.000 per kilogram. Namun, dengan prospek pasar yang menjanjikan, Perhutani berkomitmen untuk terus meningkatkan kemitraan dengan petani dan memperluas lahan agar produksi buah blewah dapat terus memenuhi kebutuhan pasar, terutama di bulan Ramadan di masa yang akan datang.

"Permintaan buah blewah memang meningkat tajam di bulan puasa, bahkan pengiriman tidak hanya untuk pasar lokal Lamongan, tetapi juga ke Jakarta dan Jawa Barat," ujarnya.

Buah blewah yang berhasil dipanen di Kecamatan Sukorame, Lamongan (Foto: RRI/Reggie)

Bandi menambahkan bahwa sekitar 4,7 hektar dari total lahan tersebut merupakan hasil kemitraan antara petani dengan Perhutani. Ke depannya, Perhutani berencana memperluas kemitraan dengan menyediakan lahan yang lebih luas agar dapat meningkatkan produksi buah blewah untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat setiap tahunnya, khususnya saat Ramadan.

"Area milik Perhutani yang ditanami blewah ini memiliki luas 4,7 hektar, dan tidak menutup kemungkinan bisa diperluas lagi jika petani atau kelompok petani berminat untuk bekerja sama dengan kami," katanya.

Sutomo, seorang petani blewah yang juga tergabung dalam kelompok petani mitra Perhutani, mengatakan bahwa keuntungan yang diperoleh pihaknya selama Ramadan meningkat pesat. Setiap kali pengiriman, mereka mengirimkan minimal 10 ton buah blewah ke Jakarta dan Jawa Barat. "Sekali pengiriman, kelompok kami bisa mendapatkan omzet hingga 25 juta rupiah," ujarnya.

Keberhasilan produksi buah blewah di Lamongan tidak lepas dari kualitasnya yang istimewa. Menurut Sutomo, blewah yang diproduksi di kawasan Perhutani KPH Mojokerto memiliki cita rasa yang khas, lebih manis, dengan daging buah yang lebih tebal dan renyah dibandingkan dengan blewah dari daerah lain. Inilah yang membuat pedagang luar daerah lebih menyukai produk Lamongan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....