Junjung Sport Tourism, 32 Tim Adu Kayuh di Festival Dayung Tejoasri ke-4 Lamongan
- 09 Agt 2026 22:20 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Sebanyak 32 tim dayung dari berbagai daerah di Jawa Timur beradu mengayuh perahu dalam Festival Dayung Tejoasri ke-4 di kawasan Bengawan Mati, Desa Tejoasri, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Minggu 9 Agustus 2026. Festival dayung perahu tradisional tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga memadati lokasi perlombaan untuk menyaksikan langsung persaingan para peserta di atas lintasan air.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir menyaksikan festival mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat serta perkembangan penyelenggaraan Festival Dayung Tejoasri dari tahun ke tahun. Menurutnya, Festival Dayung Tejoasri kini memasuki penyelenggaraan yang keempat dan terus menunjukkan berbagai pembenahan, baik dari sisi penampilan, kualitas pertandingan, maupun kemampuan para peserta.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena hari ini adalah Festival Dayung yang keempat. Dari setiap tahun festival ini ada sesuatu yang baru dan diperbaiki, baik dari sisi penampilan maupun kualitas pertandingan yang semakin baik," ujarnya.
Kepala Desa Tejoasri, Yusuf Bachtiar menuturkan pihaknya terbuka apabila Festival Dayung Tejoasri mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan nantinya ditetapkan sebagai salah satu agenda tahunan tingkat provinsi. Pemerintah Desa Tejoasri menyambut baik apabila Pemprov Jatim memberikan perhatian lebih terhadap penyelenggaraan festival yang kini telah memasuki tahun keempat tersebut.
"Kita selalu terbuka. Misalkan Pemprov melirik Desa Tejoasri untuk dijadikan agenda tahunan, Desa Tejoasri menyambut baik agenda itu. Terkait hal-hal lain nanti mungkin kita mengikuti apa yang menjadi petunjuk Pemprov Jatim," katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro menyampaikan inisiatif Pemerintah Desa Tejoasri bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menggelar festival tersebut patut diapresiasi karena mampu mengangkat olahraga tradisional sekaligus menjadi daya tarik masyarakat.
Ia mengajak seluruh pihak, termasuk media massa, untuk ikut mendukung pengembangan Festival Dayung Tejoasri agar semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak kolaborasi dari berbagai pihak.
"Sponsornya juga harus ditata. Nantinya perlu ada standar penyelenggaraan yang jelas. Dengan begitu, festival ini tidak hanya menjadi olahraga yang tumbuh dari masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap pembinaan prestasi," katanya.
Festival Dayung Tejoasri tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan potensi wisata Bengawan Mati sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....