Hapus Stigma Buruk Masyarakat, Orado Tuban Gelar Kejurcab Domino
- 29 Mar 2026 18:12 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban - Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kabupaten Tuban selenggarakan kegiatan Seleksi Terbuka dan Kejurcab yang diikuti puluhan peserta, Minggu 29 Maret 2026 di GOR Rangga Jaya Anoraga.
Ketua Harian ORADO Kabupaten Tuban, Raden Tumenggung Cipta Satrio Hutomo, menyampaikan bahwa saat ini ORADO telah menjadi federasi olahraga domino tingkat nasional. Ia menegaskan, Kabupaten Tuban bahkan ditunjuk sebagai daerah percontohan ORADO di Jawa Timur.
Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat terkait citra permainan domino. Selama ini, domino kerap dipandang negatif dan identik dengan praktik perjudian.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa domino adalah olahraga yang mengandalkan olah pikir, ketangkasan, dan kecerdasan. Kami juga ingin mengarahkan generasi muda agar tidak terjerumus pada permainan judi seperti slot dan sejenisnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan atlet domino terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum. Langkah ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa domino merupakan olahraga murni yang dapat dikembangkan hingga tingkat prestasi.
Ke depan, ORADO Tuban berharap cabang olahraga domino dapat diakui secara luas dan sejajar dengan cabang olahraga lainnya di Indonesia.
"Kami juga berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta berbagai pihak terkait guna meningkatkan level kompetisi hingga ke tingkat nasional," tegasnya.
Sementara itu, Ketua ORADO Provinsi Jawa Timur, Mahenda Abdillah Kamil, menyatakan dukungannya terhadap perkembangan ORADO di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Ia menilai, kegiatan seperti ini menjadi langkah penting dalam menghapus stigma negatif terhadap domino.
“Para atlet yang hadir hari ini membuktikan bahwa domino bukanlah sarana perjudian, melainkan olahraga yang menguji kemampuan berpikir,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu peserta asal Desa Plumpang, Sella Wahyuti, mengaku antusias mengikuti kejuaraan tersebut. Ia menyebut domino kini mulai berkembang sebagai cabang olahraga yang lebih kompetitif.
“Kalau bermain sudah biasa, tapi untuk latihan bertanding baru beberapa hari terakhir ini,” katanya.
Partisipasi peserta perempuan dalam kejuaraan ini turut menunjukkan bahwa domino merupakan olahraga yang terbuka bagi semua kalangan. Permainan ini tidak hanya mengandalkan faktor keberuntungan, melainkan kemampuan strategi dan kecerdasan para pemainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....