Sate Klatak Literasi, Sensasi Khas Jogja yang Jadi Buruan Kuliner Lamongan Selatan

  • 15 Agt 2026 18:20 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Menikmati kuliner khas Yogyakarta kini tak harus jauh-jauh ke Kota Gudeg. Di Lamongan Selatan tepatnya di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Sate Klatak Literasi hadir menawarkan sensasi sate klatak khas Jogja dengan cita rasa autentik, sekaligus beragam olahan kambing yang menggugah selera.

Sate klatak menjadi menu andalan tempat kuliner ini. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan tusuk bambu, sate klatak dibakar menggunakan tusuk berbahan besi atau stainless steel. Potongan dagingnya juga dibuat lebih besar sehingga memberikan sensasi tersendiri saat disantap.

Owner Sate Klatak Literasi, Tommy Jianyanto, mengatakan satu porsi sate klatak dibanderol Rp20 ribu dan berisi tiga tusuk. “Tusuknya berbeda dengan sate yang biasanya, pakai stainless atau besi. Irisannya juga lebih besar. Silakan datang ke sini untuk membedakan bagaimana rasa sate klatak di Literasi,” ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.

Tak hanya sate klatak, pengunjung juga bisa memilih beragam menu berbahan kambing, seperti tongseng, tengkleng, gulai hingga kikil. Ada pula menu spesial berupa kepala kambing utuh yang menjadi salah satu pilihan bagi pencinta kuliner ekstrem dan olahan kambing.

Bagi pengunjung yang tidak menyukai daging kambing, Sate Klatak Literasi juga menyediakan pilihan lain, di antaranya ayam, belut, sambal klopo, nasi jagung hingga dadar.

Yang membuat kuliner ini semakin menarik adalah bahan baku kambing muda yang digunakan berasal dari peternakan milik sendiri. Kambing dipelihara di kandang Literasi, kemudian disembelih dan langsung diolah menjadi hidangan.

Menurut Tommy, proses penyembelihan juga telah dilakukan dengan standar halal melalui juru sembelih halal (Juleha), sehingga daging yang disajikan dalam kondisi segar.

“Yang spesial di sini kambing muda dari hasil peternakan kami sendiri. Dari kandang langsung disembelih, dan kami sudah terverifikasi Juleha, jadi dagingnya fresh,” katanya.

Dalam sehari, rata-rata dua ekor kambing muda diolah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sementara waktu paling ramai biasanya terjadi pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu.

Meski demikian, pengunjung tidak hanya datang saat akhir pekan. Pada jam makan siang di hari biasa, Sate Klatak Literasi juga cukup ramai didatangi pelanggan.

Owner Sate Klatak Literasi, Tommy Jianyanto

Antusiasme masyarakat Lamongan terhadap kuliner tersebut pun disebut cukup tinggi. Bahkan, Sate Klatak Literasi mulai menjadi salah satu destinasi wisata kuliner yang diminati masyarakat di wilayah Lamongan Selatan.

Tak hanya warga Lamongan, pelanggan juga datang dari sejumlah daerah di sekitar Lamongan, seperti Surabaya, Gresik hingga Mojokerto.

“Alhamdulillah masyarakat Lamongan sangat antusias. Banyak yang datang dan berminat. Bahkan Pak Bupati dan kepala dinas juga pernah datang bersama keluarga. Sekarang ini menjadi salah satu wisata kuliner yang banyak diminati di wilayah Lamongan Selatan,” tuturnya.

Dengan konsep kuliner khas Jogja, bahan baku dari peternakan sendiri, serta pilihan menu yang beragam, Sate Klatak Literasi menawarkan pengalaman kuliner yang bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga menghadirkan sensasi menikmati sate klatak tanpa harus meninggalkan Lamongan.

Bagi pencinta olahan kambing, seporsi sate klatak dengan potongan daging besar dan tusuk besi khas Jogja bisa menjadi pilihan untuk merasakan pengalaman kuliner yang berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....