Dinkes Tuban Berikan Pendampingan Intensif bagi Ibu Hamil Berisiko Tinggi
- 14 Jul 2026 19:55 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menggelar kegiatan pendampingan intensif bagi ibu hamil berisiko. Kegiatan ini melibatkan tim ahli spesialis Obstetri dan Ginekologi (SpOG) serta spesialis Anak (SpA), Selasa 14 Juli 2026 di Puskesmas Tuban.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap 10 ibu hamil dengan risiko tinggi serta 10 balita yang memerlukan perhatian khusus. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Dinkes P2KB Tuban untuk mempertahankan prestasi membanggakan, yakni penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan kategori penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada tahun 2025.
JF Adminkes Ahli Muda sekaligus Penanggung Jawab (PJ) Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Tuban, July Setianingrum, menjelaskan bahwa pendampingan ini bukan sekadar pemeriksaan medis rutin. Namun sebagai ruang konsultasi bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi untuk turut serta mencegah AKI AKB.
"Ibu hamil tidak hanya diperiksa kondisinya, tetapi diberikan ruang untuk berdialog dan berkonsultasi langsung dengan dokter ahli. Harapannya, segala permasalahan atau gejala yang muncul selama kehamilan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini," ujar July.
Ia menambahkan, program ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari rumah sakit swasta guna menciptakan sistem layanan kesehatan yang terintegrasi. Sinergi lintas fasilitas kesehatan ini diyakini mampu memperkuat jejaring rujukan dan penanganan kasus secara lebih cepat dan tepat.
Sejalan dengan upaya tersebut, dokter spesialis kandungan (SpOG), Slamet Soeprijadi menegaskan pentingnya langkah preventif dan responsif dalam penanganan pasien berisiko. Melalui penanganan yang cepat dan tepat, dapat membantu meminimalisir terjadinya kasus kematian atau kesakitan berlebih pada pasien.
"Kami terus berupaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui edukasi yang masif. Kami berikan pemahaman kepada pasien mengenai pentingnya deteksi dini, termasuk segera memberikan instruksi rujukan jika ditemukan indikasi risiko tinggi. Dengan rujukan yang tepat waktu, pasien yang membutuhkan perawatan intensif dapat segera tertangani di fasilitas yang lebih memadai," jelasnya.
Sementara itu, salah satu ibu hamil, Suryati yang telah menjalani pemeriksaan oleh dokter, diminta untuk menambah asupan gizi makanan agar janin dapat tumbuh kembang optimal. "Kata dokter, janinnya sehat. Tapi saya diminta untuk menambah porsi dan kandungan gizi makanan yang saya konsumsi, agar berat badannya ideal," ujar pasien.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga ahli, tenaga kesehatan dan masyarakat, Dinkes P2KB Tuban optimistis dapat terus menjaga tren positif dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Demi menjamin generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....