PMI Bojonegoro Pastikan Stok Darah Aman Terjaga

  • 25 Okt 2025 09:29 WIB
  •  Tuban

KBRN, Bojonegoro: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro memastikan ketersediaan stok darah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, tercatat ada 660 kantong darah yang siap digunakan oleh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Bojonegoro.

Ketua Unit Pengelola Darah (UPD) PMI Bojonegoro, Imam Sutrisno, mengatakan masyarakat dapat memantau ketersediaan darah secara realtime melalui laman resmi PMI Bojonegoro, “Kami selalu memperbarui data ketersediaan darah setiap hari agar masyarakat mudah mengakses informasi,” ujarnya, Sabtu (25/10/2025).

Imam menambahkan, seluruh golongan darah saat ini masih berada dalam kondisi aman. Namun, pihaknya tetap siaga menghadapi kemungkinan penurunan stok dengan menggelar kegiatan donor darah di berbagai wilayah serta menghubungi pendonor aktif. “Kami terus bergerak ke lapangan agar stok darah tetap terjaga dan tidak sampai menipis,” tambahnya.

Ia menjelaskan, PMI Bojonegoro menetapkan beberapa persyaratan bagi calon pendonor, di antaranya berusia 17–60 tahun, memiliki berat badan minimal 45 kilogram, dalam kondisi sehat, tidak sedang mengonsumsi obat, serta kadar hemoglobin dan tekanan darah dalam batas normal.

Menurut Imam, kebutuhan darah di Bojonegoro tergolong tinggi, dengan rata-rata mencapai 2.000 kantong setiap bulan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI secara rutin mengadakan sekitar 60 kegiatan donor darah setiap bulan, baik di instansi maupun tingkat desa. “Antusiasme masyarakat meningkat, setiap bulan ada tambahan 100 hingga 200 pendonor baru,” katanya.

Meski demikian, PMI masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam memperluas jangkauan kegiatan donor darah hingga ke pelosok desa. Imam berharap, pemerintah desa dan organisasi masyarakat seperti karang taruna dapat berinisiatif menyelenggarakan kegiatan donor secara berkala. “Kami ingin setiap desa memiliki jadwal rutin donor darah agar masyarakat terbiasa menjadi pendonor tetap,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PMI memberikan penghargaan kepada pendonor aktif berdasarkan jumlah donasi yang telah dilakukan. Penghargaan tingkat kabupaten diberikan untuk pendonor 10 dan 25 kali, tingkat provinsi untuk 50 dan 75 kali, sedangkan penghargaan dari Presiden diberikan bagi pendonor yang mencapai 100 kali.

Selain membantu sesama, Imam juga mengingatkan bahwa donor darah memiliki manfaat bagi kesehatan. “Dengan rutin mendonorkan darah, tubuh menjadi lebih sehat karena kondisi kesehatan kita selalu terpantau,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan yang terus diberikan dalam menjaga ketersediaan stok darah. Dukungan tersebut mencakup pelaksanaan donor darah di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga bantuan alat kesehatan. “Pemerintah daerah sangat berperan, baik dalam penyelenggaraan kegiatan maupun penyediaan fasilitas penunjang,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....