Mahasiswa UNISDA Tinggalkan Inovasi untuk Desa Banjargondang

  • 09 Agt 2026 00:41 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan: Pengabdian mahasiswa di Desa Banjargondang, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, tidak berhenti ketika masa tinggal bersama masyarakat berakhir. Dua inovasi berupa aplikasi layanan administrasi desa dan media dokumentasi potensi pertanian kini diserahkan kepada Pemerintah Desa Banjargondang untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dua inovasi tersebut adalah SISuratDes (Sistem Informasi Surat Desa) dan Edu-Katalog Desa Banjargondang. Keduanya merupakan karya mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) yang diserahkan kepada pemerintah desa, Sabtu 8 Agustus 2026, bersamaan dengan berakhirnya masa pengabdian mahasiswa pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Koordinator Desa kelompok mahasiswa UNISDA, Ana Syauki Firdaus, mengatakan SISuratDes dirancang berdasarkan kebutuhan pemerintah desa terhadap layanan administrasi yang lebih praktis dan tertata. Aplikasi tersebut memungkinkan perangkat desa membuat, mengelola, sekaligus mengarsipkan surat secara lebih terstruktur.

Menurut Ana, digitalisasi administrasi di tingkat desa diharapkan dapat membantu perangkat desa mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Sistem tersebut juga menjadi upaya memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik yang semakin berkembang.

“Sistem ini dirancang agar perangkat desa dapat membuat, mengelola, serta mengarsipkan surat secara lebih praktis, terstruktur, dan efisien demi mempercepat layanan publik,” ujarnya.

Selain menghadirkan inovasi di bidang administrasi, mahasiswa UNISDA juga mengembangkan Edu-Katalog Desa Banjargondang. Media berbentuk majalah informasi tersebut mengangkat potensi pertanian desa, khususnya komoditas tembakau yang selama ini menjadi salah satu produk yang dibanggakan masyarakat setempat.

Edu-Katalog memuat sejumlah informasi yang berkaitan dengan tembakau, mulai dari sejarah komoditas tersebut di Desa Banjargondang, profil petani, teknik budidaya, pengolahan lahan, hingga proses panen. Kalender musim tanam juga disertakan agar informasi yang dihimpun dapat menjadi dokumentasi yang lebih praktis bagi masyarakat.

Ana menyebut, penyusunan Edu-Katalog tidak hanya bertujuan memperkenalkan potensi desa. Media tersebut juga menjadi upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang selama ini berkembang di tengah masyarakat agar dapat tersimpan dan dimanfaatkan pada masa mendatang.

“Harapannya, kedua inovasi ini tidak berhenti sebagai karya mahasiswa. Pemerintah desa dapat melanjutkan, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara mandiri sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Kepala Desa Banjargondang, Setiawan Hariyadi, mengapresiasi kontribusi mahasiswa UNISDA selama berada di tengah masyarakat. Menurutnya, inovasi yang dihadirkan memberikan manfaat langsung, terutama dalam mendukung administrasi pemerintahan desa dan penguatan sektor pertanian.

“Program-program yang dilaksanakan sangat bermanfaat dan membantu dalam administrasi desa serta sektor pertanian. Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan kontribusinya,” tuturnya.

Penyerahan SISuratDes dan Edu-Katalog menjadi bagian dari penutup pengabdian mahasiswa UNISDA di Desa Banjargondang. Namun, karya tersebut diharapkan tidak ikut berakhir bersama selesainya masa pengabdian.

Bagi masyarakat dan pemerintah desa, dua inovasi itu menjadi bentuk lain dari kontribusi mahasiswa: menghadirkan solusi yang dapat digunakan, sekaligus meninggalkan dokumentasi mengenai potensi desa. Dengan keberlanjutan pemanfaatannya, karya mahasiswa tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi Banjargondang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....