Dorong Digitalisasi Pendidikan Guru SD Sekaran, Lamongan Dilatih AI dan Excel

  • 26 Mei 2026 06:19 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya menggelar pelatihan pengolahan dan visualisasi data berbasis Microsoft Excel dengan dukungan teknologi Artificial Intelligence (AI) bagi guru sekolah dasar se-Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan yang berlangsung di SD Keting tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan digitalisasi pendidikan sekaligus peningkatan kompetensi tenaga pendidik di daerah.

Dosen Statistika FMIPA UB, Meilina Retno Hapsari mengatakan, pelatihan ini dirancang untuk membantu guru memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal, khususnya dalam pengolahan data dan penyajian informasi yang lebih interaktif.

“Bapak dan Ibu guru belum terlalu menggunakan diagram untuk visualisasi data. Padahal visualisasi data itu sangat menarik dan sangat penting untuk menjelaskan suatu data agar bisa dibaca dengan mudah, interaktif, dan lebih informatif,” ujarnya, Senin 25 Mei 2026.

Menurut Meilina, pemanfaatan generative AI seperti ChatGPT maupun Gemini dapat membantu meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi guru. Dengan demikian, para pendidik memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada proses pembelajaran di kelas.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dari mahasiswa UB selama praktik penggunaan Excel dan AI. Meski sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, antusiasme para guru terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung.

Meilina berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam memperluas literasi digital di lingkungan sekolah dasar, khususnya di wilayah Lamongan. “Harapannya ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini saja, tetapi juga bisa diterapkan dan dibagikan ke sekolah-sekolah lain,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan, Findra mengaku kegiatan tersebut sangat membantu guru di daerah untuk meningkatkan kemampuan digital yang selama ini lebih banyak dipelajari secara mandiri melalui internet.

“Manfaat dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk guru, terlebih untuk guru daerah. Biasanya hanya belajar dari YouTube atau online. Ketika ada pemateri langsung, guru jadi lebih paham dan sangat terbantu,” tuturnya.

Ia menilai pelatihan ini relevan dengan kebutuhan sekolah menjelang akhir tahun ajaran, terutama dalam proses pengolahan data kenaikan kelas agar lebih rapi dan efisien. “Jadi nanti pendataan tidak ribet dan lebih mudah dikelola,” jelasnya.

Findra juga menilai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan selaras dengan arah pengembangan teknologi nasional yang mendorong penguasaan coding dan artificial intelligence sejak dini.

Melalui kegiatan tersebut, FMIPA UB berharap transformasi digital pendidikan tidak hanya berkembang di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau sekolah-sekolah di daerah agar kualitas pendidikan semakin merata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....