Kembangkan Ilmu, Siswa SMK di Lamongan Ciptakan Tempat Sampah Otomatis

  • 27 Apr 2026 13:00 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Sebuah inovasi teknologi kehidupan sehari - hari diciptakan oleh Nikolas Marcelino (17), siswa kelas XI SMK Wachid Hasjim Maduran, yang berhasil mengembangkan tempat sampah otomatis berbasis teknologi robotika Inovasi tersebut memanfaatkan mikrokontroler Arduino yang dipadukan dengan sensor gerak dan motor servo.

Sistem ini memungkinkan tutup tempat sampah terbuka secara otomatis tanpa sentuhan, sehingga dinilai lebih higienis dan mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Karya ini merupakan bagian dari proyek pembelajaran di sekolah yang dikerjakan secara berkelompok.

Nikolas bersama timnya merancang alat tersebut sebagai solusi praktis untuk mendukung program Bank Sampah di lingkungan sekolah. “Saya memang tertarik dengan robotika. Kebetulan ada tugas proyek dari sekolah, lalu kelompok kami membuat alat tempat sampah otomatis ini,” ujarnya, Senin 27 April 2026.

Ia menjelaskan, alat tersebut bekerja melalui logika pemrograman yang diinput ke dalam Arduino menggunakan laptop. Komponen sensor gerak berfungsi mendeteksi keberadaan objek pada jarak tertentu, kemudian mengirimkan sinyal ke motor servo untuk membuka tutup tempat sampah.

“Untuk saat ini, radius deteksinya sekitar 25 sentimeter, tetapi masih bisa dikembangkan lebih jauh,” katanya.

Di balik prestasinya, Nikolas dikenal sebagai sosok sederhana dan pekerja keras. Sepulang sekolah, ia rutin membantu orang tuanya dengan menjaga warung kopi milik keluarga hingga malam hari. Sementara itu, kedua orang tuanya mengelola usaha warung soto di wilayah Babat.

Guru pembimbingnya, Hidayatin Solika, mengapresiasi semangat belajar Nikolas yang dinilai memiliki minat tinggi di bidang robotika. Ia menyebut Nikolas sebagai siswa yang aktif dan mampu mempelajari hal baru secara mandiri.

“Nikolas cepat memahami materi dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Bahkan, ia bisa mempelajari hal-hal yang belum diajarkan di kelas,” tuturnya.

Meski masih menggunakan perlengkapan sekolah yang terbatas, Nikolas tetap menunjukkan semangat untuk terus belajar dan berkembang. Ia pun bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bidang teknologi.

Inovasi yang dihasilkan Nikolas menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya. Kreativitas dan kemauan belajar yang tinggi menjadi kunci dalam menciptakan solusi sederhana namun bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....