Mahasiswa UM Lamongan Ciptakan Alat Deteksi Gangguan Bipolar

  • 07 Okt 2025 13:40 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Inovasi membanggakan kembali lahir dari dunia kampus Lamongan. Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Rohmatul Badiyah, berhasil menciptakan alat deteksi gangguan bipolar berbasis analisis frekuensi suara percakapan yang diberi nama “Bipohear”.

Alat ini memanfaatkan sensor MAX9814 yang dikombinasikan dengan mikrokontroler Arduino Nano dan modul Internet of Things (IoT). Sistem tersebut dirancang untuk merekam, menganalisis, dan menampilkan perubahan frekuensi suara percakapan yang dapat menjadi indikator perubahan suasana hati ekstrem pada penderita bipolar.

Menurut Rohmatul, ide pengembangan alat ini berangkat dari pemahaman bahwa suara manusia menyimpan informasi penting tentang kondisi emosional seseorang. “Pada pasien bipolar, pergeseran emosi dapat terlihat dari perbedaan frekuensi suara. Fase mania cenderung menghasilkan suara bernada tinggi dan cepat, sedangkan fase depresi ditandai dengan nada rendah dan monoton. Alat ini kami kembangkan agar deteksi dini bisa dilakukan secara praktis dan ilmiah,” ujarnya, Selasa (7/10/2025).

Dari sisi keilmuan fisika, suara merupakan gelombang longitudinal di mana getaran partikel udara bergerak searah dengan arah rambatan gelombang. Frekuensi suara, lanjutnya, dapat diukur secara kuantitatif dan digunakan untuk mendeteksi perubahan pola emosional. “Dengan bantuan sensor, frekuensi suara dicatat dan dibandingkan dengan data referensi ilmiah. Hasilnya bisa menunjukkan adanya potensi gangguan bipolar,” ujarnya.

Inovasi tersebut dikembangkan di bawah bimbingan dosen Uswatun Chasanah dan Asmaul Lutfi Marufah. Tidak hanya menjadi proyek tugas akhir, karya Bipohear berhasil dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik Universitas Muhammadiyah Lamongan tahun 2025, dan akan menerima penghargaan khusus dalam Wisuda ke-7 UMLA pada 11 Oktober mendatang.

Penelitian ini juga telah terpublikasi dalam jurnal nasional Gravity dengan judul “Design and Development of a Bipolar Disorder Detection Device Based on Anomalies in the Frequency of Conversation Sound Waves Using the Max9814 Sensor.” Publikasi tersebut menandai kontribusi nyata mahasiswa UMLA dalam pengembangan sains terapan yang beririsan dengan kesehatan mental.

"Saya tidak menyangka penelitian ini mendapat perhatian luas. Semoga inovasi ini bisa memberi manfaat bagi pengembangan teknologi kesehatan mental di Indonesia,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....