Mawar Merah di Kerudung Jadi Penanda Unik Jemaah Haji Lamongan

  • 12 Mei 2026 07:43 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan - Ada pemandangan menarik di tengah ribuan jemaah haji yang memadati kota Madinah tahun ini. Jemaah haji asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, tampil beda dengan menyematkan bunga mawar merah sintetis di kerudung dan topi mereka.

Bukan sekadar hiasan, mawar merah ini berfungsi sebagai identitas khusus atau penanda agar para jemaah, terutama lansia, tidak terpisah dari rombongan saat beraktivitas di Masjid Nabawi maupun di area perhotelan. Salah satu jemaah haji asal Lamongan, Siti Fatimah menjelaskan bahwa ide penggunaan mawar merah ini sudah disepakati sejak berada di tanah air.

Menurutnya, warna merah yang mencolok sangat membantu jemaah mengenali sesama anggota kelompoknya dari jarak jauh. "Ini untuk tanda pengenal biar mudah dikenali dari jauh. Kalau dari jauh kelihatan mawar merahnya, oh itu teman kita," ujarrnya, Selasa 12 Mei 2026.

Siti menambahkan, penanda ini sudah mereka kenakan sejak keberangkatan dari Embarkasi Surabaya. Ia merupakan bagian dari Kelompok Terbang (Kloter) 34 yang tergabung dalam KBIHU Mawar.

Selain mawar merah untuk jemaah perempuan, rombongan asal Lamongan ini juga menyiapkan tanda khusus bagi jemaah laki-laki. Jika para ibu mengenakan bunga di kepala, jemaah bapak-bapak mengenakan slayer atau syal berwarna hijau kombinasi oranye yang dikalungkan di leher.

Kreativitas ini muncul sebagai langkah antisipasi mengingat padatnya jadwal dan banyaknya jumlah jemaah haji dari berbagai belahan dunia. Dengan adanya tanda yang seragam, koordinasi antar ketua rombongan dan anggota menjadi jauh lebih efektif.

Meski memiliki penanda mandiri yang kreatif, petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tetap mengimbau para jemaah untuk tidak melupakan identitas resmi yang diberikan pemerintah. Jemaah diingatkan agar gelang identitas, kartu jemaah, dan tas paspor tetap dipakai ke mana pun mereka pergi.

Penanda seperti mawar merah ini dipandang sebagai kearifan lokal yang sangat membantu tugas petugas haji di lapangan dalam mengidentifikasi asal daerah jemaah jika terjadi sesuatu. "Yang penting rukun, kompak, dan saling menjaga satu sama lain selama menjalankan ibadah di tanah suci," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....