Dinkes Tuban Pastikan Jemaah Haji dalam Kondisi Sehat
- 27 Apr 2026 14:00 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Tuban – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menyatakan kesiapan penuh dalam mengelola dan mengawal kesehatan jemaah haji asal Kabupaten Tuban, sejak sebelum keberangkatan hingga jemaah kembali ke tanah air. Upaya itu telah ditempuh melalui skema koordinasi yang melibatkan seluruh tim kesehatan.
Pemerintah daerah berkomitmen memastikan kondisi fisik jemaah terpantau secara intensif sejak masa persiapan, selama berada di tanah suci, hingga kembali ke tanah air. Sekretaris Dinkes P2KB Kabupaten Tuban, Atiek Supartiningsih, menjelaskan bahwa persiapan kesehatan jemaah diawali melalui peran aktif puskesmas di wilayah masing-masing.
Menurutnya, puskesmas memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan kesehatan para jemaah sebelum diberangkatkan. "Jadi persiapan untuk jemaahnya itu kita di sini punya tim kesehatan yang mengelola kesehatan haji dari seluruh jemaah. Dimulai dari teman-teman puskesmas yang menyiapkan kesehatan para jemaah haji, itu menjadi tanggung jawab dinas kesehatan dan puskesmas," ujarnya.
Kemudian setelah para jemaah telah sampai di embarkasi Surabaya, tanggung jawab akan otomatis beralih ke tim kesehatan haji yang mendampingi kloter Tuban. Atiek juga menekankan bahwa koordinasi antara dinas kesehatan, puskesmas, dan petugas kesehatan haji kloter sudah berjalan secara sinkron.
Sebelum jemaah diberangkatkan ke tanah suci, pihak dinas akan melakukan serah terima data medis secara detail kepada petugas kloter yang akan mendampingi di lapangan. Data tersebut mencakup hasil pemeriksaan menyeluruh yang telah dilakukan oleh puskesmas, termasuk pemetaan jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi.
Atiek memaparkan bahwa jemaah yang masuk dalam kriteria istitaah dengan pendampingan, lansia, jemaah pengguna kursi roda, hingga mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis menjadi prioritas pengawasan. "Berdasarkan pemeriksaan teman-teman di puskesmas, data-datanya sudah kita serahkan ke teman petugas haji kloter yang akan mendampingi jemaah. Mereka harus sudah tahu siapa-siapa yang harus diawasi, terutama yang lansia, memakai kursi roda, atau memiliki penyakit kronis yang memang harus dipantau secara lebih," katanya.
Komitmen pelayanan kesehatan ini tidak berhenti saat jemaah berada di Arab Saudi saja. Sekembalinya ke Indonesia, jemaah haji akan kembali menjadi tanggung jawab penuh Dinkes P2KB dan puskesmas setempat. Atiek memastikan, akan ada prosedur pemantauan lanjutan selama kurang lebih 20 hari pasca-kepulangan guna memastikan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan dapat kembali beraktivitas normal di tengah masyarakat.
"Sinergi lintas petugas ini kami lakukan secara berkelanjutan demi keselamatan dan kenyamanan jemaah haji Kabupaten Tuban," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....