Enam Ekor Sapi di Tuban Dicuri dalam Semalam

  • 30 Apr 2026 15:10 WIB
  •  Tuban

‎RRI.CO.ID, Tuban - Keresahan melanda para peternak di Kabupaten Tuban menyusul aksi pencurian hewan ternak yang terjadi di dua lokasi berbeda dalam satu malam. Sebanyak enam ekor sapi dilaporkan hilang dicuri, Selasa 28 April 2026 dan mengakibatkan kerugian total hingga puluhan juta rupiah.

‎Kehilangan terbesar dialami oleh Rifai (42), seorang peternak di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak. Empat ekor sapi miliknya, yang terdiri dari satu ekor jantan dan tiga ekor betina, raib dari kandang yang berlokasi sekitar 2 kilometer dari rumahnyan

‎‎Ia mengaku memang kandang sapi miliknya itu tidak dijaga secara intensif. Namun sering dikunjungi terlebih saat jam memberi makan. Namun Rifai baru menyadari aksi pencurian tersebut saat hendak melakukan pengecekan dan memberi pakan pada pukul 23.30 WIB.

‎‎"Saat diperiksa, kandang sudah dalam keadaan kosong. Sapi-sapi itu sudah saya rawat sejak kecil, waktu mau saya kasih makan, ternyata kandangnya sudah kosong," ujarnya. ‎

Akibat insiden ini, korban ditaksir mengalami kerugian finansial mencapai Rp 60 juta. ‎Hal itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Tuban, Iptu Siswanto. Namun selain Rifai, ia menegaskan bahwa Polres Tuban kembali menerima laporan kejadian serupa di Dusun Bogang, Desa Beji, Kecamatan Jenu.

Dua ekor sapi betina jenis Simental dan Limosin milik warga setempat, Kusnan dan Asih, dilaporkan hilang.‎ ‎Ia mengatakan bahwa korban baru mengetahui pencurian tersebut pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WIB. Mengingat jarak antar kandang kedua korban hanya berkisar 10 meter, kuat dugaan bahwa pelaku merupakan komplotan.

‎‎Diketahui, kedua korban sempat melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. "Setelah kami mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengidentifikasi para pelaku," ujarnya.‎

‎Menanggapi maraknya kasus pencurian hewan ternak, Polres Tuban mengimbau para peternak untuk meningkatkan sistem keamanan di lingkungan kandang.‎ ‎Iptu Siswanto menyarankan agar peternak tidak menempatkan hewan di lokasi yang terisolasi tanpa pengawasan, serta mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna meminimalisir ruang gerak para pelaku kejahatan.

‎‎"Saat ini, Kami masih terus berkoordinasi untuk menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan antar komplotan pelaku di dua wilayah tersebut," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....