Makna Kehidupan dan Iman Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

  • 15 Okt 2024 10:59 WIB
  •  Tuban

KBRN, Tuban: Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2024) yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo menjadi sorotan publik karena pemilihan judulnya yang sensitif. Saat trailer pertama dirilis pada bulan April, film ini langsung memicu perdebatan hangat di media sosial.

Film ini diadaptasi dari novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan yang terbit pada tahun 2003. Banyak pihak menilai judul film tersebut masih lebih baik dibanding judul novel aslinya, terutama karena menghindari penggunaan kata

“pelacur” yang dianggap terlalu provokatif. Namun, kritik tetap muncul, terutama dari mereka yang belum membaca novel tersebut dan merasa judulnya kontroversial.

Cerita film ini mengangkat kritik sosial terhadap organisasi-organisasi radikal yang memperjuangkan pendirian negara Islam dan cara beragama secara dogmatis serta otoriter. Hal ini membuat banyak orang penasaran dan terpicu untuk membahasnya, mengingat topiknya yang sensitif.

Tokoh utama dalam film ini adalah Nidah Kiran, seorang mahasiswi yang ingin menjalankan agama secara kaffah sehingga ia bergabung dengan organisasi Jemaat Islam.

Namun, kekecewaannya terhadap organisasi yang hanya memberikan jawaban doktrin tanpa ruang diskusi membuatnya terjerumus ke dunia prostitusi. Dalam perjalanan itu, ia bahkan melayani politisi dari berbagai kalangan.

Film ini menggali lebih dalam kritik sosial dan spiritual, menampilkan kutipan yang provokatif dari novel: “Biarlah aku hidup dalam gelimang api-dosa. Sebab, terkadang melalui dosa yang dihikmati, seorang manusia bisa belajar dewasa.”

Aghniny Haque memerankan Nidah Kiran dengan totalitas yang mengesankan, menjadikan film ini semakin menarik, terutama bagi para pencinta sastra dan penikmat cerita bertema sosial.

Kini, Tuhan, Izinkan Aku Berdosa sudah bisa disaksikan di Netflix, memberikan kesempatan bagi penonton untuk merasakan interpretasi Hanung Bramantyo atas kisah kontroversial ini. (Agnes)


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....