Seniman Patung Asal Tuban Rintis Karir Sejak 1989
- 24 Jan 2025 14:44 WIB
- Tuban
sKBRN, Tuban: Sosok pria seniman asal Kabupaten Tuban yang fokus pada jasa pembuatan patung ini telah menjadi langganan Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, sejak tahun 1989. Janjang Berdikari mengaku, setiap perayaan imlek, dirinya selalu menerima jasa pembuatan shio dan pernak pernik yang di display di Kwan Sing Bio.
Seperti tahun 2025 ini atau 2576 kalender Kongzili, shio berbentuk Ular Kayu karyanya telah terdisplay di pelataran klenteng terbesar se Asia itu. Tak heran, jika banyak masyarakat yang turut datang ke Kwan Sing Bio untuk berswafoto.
Seniman asal Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, ini mengaku, menjadi seorang seniman yang berperan aktif di klenteng Kwan Sing Bio ini telah ditekuninya sejak tahun 1989. Dari waktu yang cukup lama itu, membuatnya dengan mudah membuat karya shio Ular Kayu sepanjang 6-7 meter hanya dalam waktu dua bulan saja.
"Setiap perayaan imlek, saya yang membuat shio dan pernak pernik lainnya. Apalagi shio setiap tahun juga berbeda-beda, dan tahun ini membuat Ular Kayu yang besarnya sekitar 6-7 meter," ucap Abah Janjang, sapaan akrabnya. Jumat, (24/1/2025).
Ia bercerita, selain fokus membuat shio Ular Kayu, dirinya juga mengerjakan biground bertuliskan aksara China, yang artinya "panjang umur, banyak rezeki". "Biar shionya tidak monoton, saya tambahkan hiasan lampion dan beberapa tangkai kayu, agar lebih bagus saat dibuat foto," ujar Alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, jurusan Seni Rupa.

Abah Janjang saat mengecat shio ular kayu. (Foto: RRI/Witra)
Sebatas diketahui, selain mendedikasikan karyanya di Klenteng Kwan Sing Bio, berupa patung kepiting 1994, dan cerita komik Kwan Kong yang berada di tembok klenteng, seniman patung lokal Tuban ini juga merupakan pembuatan Patung 9 Kuda yang di display di perempatan Sleko.
"Untuk Patung 9 Kuda itu dipesan oleh Pemkab Tuban, dan menjadi icon di bundaran Sleko. Karya itu saya kerjakan di tahun 2021," katanya.
Tak hanya di Tuban, Pria kelahiran 1965 itu mengaku, masih banyak karya patung nya yang berada diluar kota, seperti patung Kilin (singa) setinggi 10 meter, patung Dewa Wisnu setinggi 10 meter, dan beberapa patung lainnya.
Bahkan, Janjang mengaku sempat mendapatkan tawaran untuk membuat patung Gajah Mada di Sleman setinggi 24 meter. "Tidak ada kesulitan selama mengerjakan sebuah karya, karena semakin kesulitan, maka itu menjadi sebuah tantangan," katanya, mengakhiri.