Berkah Ramadan, Permintaan Songkok di Lamongan Naik

  • 24 Feb 2026 11:42 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Lamongan – Geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten , Jawa Timur, menunjukkan tren positif saat bulan suci Ramadan. Salah satu sektor yang mengalami peningkatan signifikan adalah industri rumahan songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah.

Permintaan songkok khas Nusantara dilaporkan melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan periode normal. Jika sebelumnya produksi rata-rata berkisar 3.000 kodi per bulan, kini pesanan meningkat hingga mencapai 9.000 kodi saat Ramadan.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas produksi berlangsung intensif. Mesin jahit beroperasi hampir tanpa henti sejak pagi hingga dini hari untuk memenuhi pesanan yang terus berdatangan.

Salah satu pengrajin, Ahmad Rohman, mengatakan lonjakan permintaan memaksa pelaku usaha menambah tenaga kerja lepas serta menerapkan sistem lembur.

“Permintaan pasar meningkat drastis. Kami menambah tenaga lepas dan memberlakukan lembur agar pesanan dapat selesai tepat waktu,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Meski produksi meningkat, kualitas tetap menjadi perhatian utama. Para pengrajin tetap menggunakan bahan beludru premium guna menjaga kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.

Untuk harga, songkok dijual mulai Rp40.000 hingga Rp100.000 per buah, tergantung motif dan jenis bahan yang digunakan. Produk songkok asal Lamongan tidak hanya dipasarkan di sejumlah kota besar tetapi juga mulai menjangkau pasar di luar Pulau Jawa.

Desa Pengangsalan dikenal sebagai sentra industri songkok terbesar di Lamongan, dengan lebih dari 80 persen warganya berprofesi sebagai pengrajin. Momentum menjelang Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat.

Selain pengrajin utama, warga lainnya juga dilibatkan sebagai tenaga lepas, terutama pada tahap pengemasan. Kondisi ini turut mendorong perputaran ekonomi desa secara kolektif.

Rekomendasi Berita