Investasi Lamongan Capai 1,9 Triliun, Optimis Target Tercapai

  • 03 Des 2025 19:09 WIB
  •  Tuban

KBRN, Lamongan: Investasi di Kabupaten Lamongan sepanjang tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga triwulan III, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat nilai investasi mencapai Rp 1,9 triliun, yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Data DPMPTSP menyebutkan, PMA yang masuk ke Lamongan tercatat sebesar Rp 371,04 miliar, sementara PMDN mencapai Rp 1,56 triliun. Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan optimistis mampu memenuhi target realisasi investasi tahun ini.

Kepala DPMPTSP Lamongan, Etik Sulistyani, menyampaikan bahwa target investasi tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp 2,20 triliun, atau naik 3 persen dibandingkan total realisasi investasi pada tahun 2024.

“Sampai saat ini atau triwulan III, tren realisasi investasi berada dalam kondisi baik, yaitu kurang sekitar 9 persen dari target. Kami optimis akan tercapai pada triwulan IV tahun 2025,” ujar Etik, Rabu (3/12/2025).

Berdasarkan sektor usaha, investasi di Lamongan masih didominasi oleh industri makanan dengan kontribusi sebesar 30,5 persen. Sektor lainnya adalah industri barang dan jasa 16,2 persen, perumahan 16,2 persen, perdagangan 13,6 persen, transportasi 8,3 persen, serta sektor lain-lain sebesar 15,2 persen.

Menurut Etik, meningkatnya minat investor tidak lepas dari sejumlah faktor pendukung. Selain infrastruktur yang terus membaik, Lamongan memiliki akses logistik yang mudah serta ketersediaan lahan industri yang cukup luas.

“Lamongan memiliki posisi strategis dalam jaringan ekonomi Jawa Timur. Iklim investasi yang kondusif dan kemudahan perizinan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor,” jelasnya.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemkab Lamongan terus memperkuat berbagai komponen penunjang investasi. Di antaranya pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, penguatan jalur distribusi melalui Jalan Lingkar Utara (JLU), hingga penyediaan kawasan industri dan lahan siap investasi.

Etik menambahkan, penyederhanaan layanan perizinan juga menjadi fokus Pemkab dalam meningkatkan minat investor.

“Promosi investasi aktif kami lakukan, termasuk menjaring investor asing. Kami juga menjalin kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan lembaga pendukung investasi,” katanya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Lamongan berharap realisasi investasi dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita