Warga Bojonegoro Sukses Kembangkas Bisnis Rajut

  • 17 Okt 2025 16:40 WIB
  •  Tuban

KBRN, Bojonegoro: Siapa sangka, hobi yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang bisa berubah jadi sumber penghasilan. Hal inilah yang dialami oleh Zulfa Nurin Hasnawati, warga Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Dari kegemarannya merajut, kini ia sukses membangun bisnis bernama Lilac Rajut yang produknya diminati hingga ke luar negeri.

Zulfa mulai mengenal rajut sejak tahun 2014, saat mengerjakan tugas kerajinan tangan di sekolah. Sejak itu, ia terus menekuni keterampilannya hingga akhirnya membuka usaha sendiri pada tahun 2020. Produk pertamanya berupa tas rajut pesanan dari tetangga.

Tak disangka, pesanan terus bertambah hingga kini ia bisa memproduksi berbagai jenis kerajinan seperti tas, dompet, dan boneka amigurumi. “Awalnya cuma buat iseng, tapi ternyata banyak yang suka dan pesan. Dari situ saya mulai serius belajar dan menjadikan rajut sebagai usaha,” kata Zulfa, Jumat (17/10/2025).

Kini, produk Lilac Rajut dijual dengan harga antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, tergantung model dan ukuran. Dalam sebulan, omzet yang ia peroleh bisa mencapai lebih dari Rp3 juta. Zulfa pun aktif mengikuti berbagai pameran seperti Car Free Day (CFD), Pekan Batik Bojonegoro, INACRAFT di JCC, hingga Jatim Fest di Surabaya. Bahkan, pada tahun 2023 ia sempat berpartisipasi dalam pameran internasional di Dubai.

Menurut Zulfa, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga sangat besar dalam membantu perkembangan usahanya.“Pemkab Bojonegoro sering memberi kesempatan ikut pameran dan pelatihan. Saya juga dibantu Disperinaker untuk pengurusan izin usaha dan merk produk,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zulfa juga pernah mengikuti pelatihan konten kreator dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Bojonegoro. Dari pelatihan itu, ia belajar cara memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk promosi produknya.

“Sekarang saya bisa buat konten sendiri, promosi lewat Instagram dan TikTok, biar lebih banyak orang tahu produk saya,” ucapnya.

Ke depan, Zulfa berencana memperluas usahanya dengan memberdayakan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya agar bisa ikut membantu produksi. “Harapan saya, usaha ini bisa berkembang lebih besar dan bisa membuka lapangan kerja untuk ibu rumah tangga di desa saya,” ujarnya.

Kisah Zulfa menjadi bukti bahwa dari hobi sederhana bisa lahir peluang besar. Dengan ketekunan dan semangat belajar, ia berhasil menjadikan kerajinan rajut sebagai sumber penghasilan sekaligus inspirasi bagi banyak orang di Bojonegoro.

Rekomendasi Berita